Dirut PT Adhi Kartiko Pratama Lantik Manajemen Site

Dirut PT Adhi Kartiko Pratama Lantik Manajemen Site

Jakarta,TAMBANG,- Perusahaan tambang nikel PT Adhi Kartiko Pratama mengukuhkan struktur manajemen baru. Dalam perubahan struktur tersebut, ada penambahan departemen dimana manajemen Site Lameruru kini memiliki 10 bidang departemen. Ini merupakan fase penting dari perjalanan perusahaan seiring pertumbuhan kinerja.

Kesepuluh departemen tersebut dibawah pimpinan KTT dan GM Operation Site. Kemudian Mine Rehabilitation Head langsung merangkap Wakil KTT, Eksploration Head, Engineer Head, Survey Head, Mine Operation Head, QA/QC and Stockpile Head, Shiping Head. Lalu ada HR, GA dan Finance Head, HSSE Head dan External Relation & Comdev Head. Mereka dikukuhkan oleh Direktur Utama PT Adhi Kartiko, Ense Da Cunha Solapung dalam acara resmi di site Lameruru pada Jumat (25/11).

Dalam sambutannya Ense menekankan beberapa hal. Pertama, bahwa ini adalah moment bersejarah dalam rangkaian perjalanan perusahaan. “Peristiwa ini adalah momen bersejarah yang akan tercatat dan terdokumentasi dalam perjalanan perjuangan PT AKP,”terang Ense.

Hal kedua, Ense mendorong semua manajemen dan segenap pekerja untuk terus menumbuhkan rasa memiliki perusahaan tempatnya mengabdi. “Sangat penting untuk terus dipupuk sense of belonging sesuai dengan adagium ‘AKP adalah Kita dan Kita adalah AKP. Artinya Perusahaan AKP hadir untuk kita karyawan dan Kita karyawan ada untuk AKP. Mari bekerja dengan hati untuk memajukan perusahaan dan tentunya perusahaan akan memberikan perhatian kepada pengorbanan, jerih payah karyawan dalam memgembangkan AKP,”tutupnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Ivy Susantyo selaku pemilik tambang. Juga jajaran Dewan Komisaris yakni Stefano (Komisaris Utama), Victor (Komisaris), Michael Susantyo (Komisaris). Dari jajaran direksi hadir Yedhi Setyadi selaku Direktur dan Iping Rubono yang adalah General Manager.

Untuk diketahui, PT Adhi Kartiko Pratama sendiri merupakan perusahaan tambang nikel yang mengusung Visi menjadi perusahaan pertambangan dan pengolahan nikel yang terintegrasi, dengan berpedoman pada Good Mining Practice (GMP), Good Corporate Governance (GCG) dan Environmental, Social, Governance (ESG).

Di kesempatan ini, pimpinan site seluruh karyawan juga mengucapkan Pakta Integritas sebagai kaidah karyawan dalam menerapkan pola kerjasama antar karyawan dengan perusahaan.

Artikel Terkait

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda