Dirjen Baru Bersedia Kaji Ulang Rancangan Kenaikan Royalti Batu Bara

Dirjen Baru Bersedia Kaji Ulang Rancangan Kenaikan Royalti Batu Bara
Jakarta – TAMBANG. Dengan kondisi harga batu bara yang belum kunjung membaik, pejabat pemerintah baru pun bersedia menimbang kembali rencana menaikkan besaran royalti batu bara. Dalam rencana tersebut, pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) akan dikenakan royalti sebesar 7% – 13%, sesuai kalori batu bara yang dijualnya.   “Mengingat situasi harga batubara sekarang, Pak Dirjen [Mineral dan Batu Bara] minta dikaji besaran royalti batu bara. Kami sedang menghitung ulang,” ungkap Adhi Wibowo, Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Batu Bara di Jakarta, Senin (18/05).   Ini tentu menjadi angin segar bagi para pengusaha batu bara, menyusul pengangkatan Bambang Gatot Ariyono sebagai Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara – Kementerian ESDM, di bulan Mei ini.   Evaluasi besaran royalti, dijelaskan Adhi, mempertimbangkan harga batu bara selama lima tahun terakhir. Bulan ini saja, Harga Batu Bara Acuan (HBA) hanya berada di angka US$ 61,08. Meskipun demikian, Adhi menolak untuk berkomentar apakah harga batu bara masih akan terus tergerus.   Rencana kenaikan royalti batu bara sudah menjadi perdebatan sejak tahun 2013. Setelah sempat dibatalkan dengan alasan rendahnya harga jual batu bara, usulan kenaikan royalti kembali mengemuka awal tahun ini. Kementerian ESDM pun telah menyerahkan rancangan aturan kenaikan royalti tersebut kepada Kementerian Keuangan.   Rancangan tersebut sedianya akan menjadi revisi Peraturan Pemerintah No. 9 Tahun 2012 tentang Jenis dan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Untuk jenis batu bara dengan kadar di bawah 5.100 kkal/kg royalti rencananya dinaikkan dari 3% menjadi 7%. Kemudian untuk kualitas 5.100 – 6.100 kkal/kg, royaltinya dinaikkan 5% dari menjadi 9%. Sementara untuk batu bara kualitas tinggi dengan kalori di atas 6.100 kkal/kg, besaran royalti rencanannya membengkak dari 7% menjadi 13,5%.  

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin