Dinilai Ganggu Iklim Usaha, IMA Minta Tinjau Ulang Wacana Penghentian Restitusi Pajak

IMA mendorong pemerintah untuk meninjau kembali wacana penghentian restitusi pajak.

Dinilai Ganggu Iklim Usaha, IMA Minta Tinjau Ulang Wacana Penghentian Restitusi Pajak
Ilustrasi: industri pertambangan dalam negeri. Sumber: Istimewa.

Jakarta, TAMBANG – Indonesia Mining Association (IMA) mendorong pemerintah untuk bersikap hati-hati dengan meninjau kembali wacana penghentian restitusi pajak.

Kebijakan tersebut dinilai berpotensi berdampak signifikan terhadap stabilitas dunia usaha serta kelangsungan operasional perusahaan di sektor pertambangan.

“Kami pikir yang berjalan saat ini sudah baik dimana Perusahaan melakukan kewajibannya dan dapat mendapatkan kembali haknya jika pembayaran yang dilakukan ternyata kelebihan ataupun sebaliknya harus membayarkan jika terdapat kurang bayar,” ujar Direktur Eksekutif IMA, Sari Esayanti dalam keterangan resmi, dikutip Senin (13/4).

Santi menambahkan bahwa kepastian hukum restitusi perpajakan sangat penting bagi kepercayaan investor.

IMA mengajak pemerintah untuk terus berkolaborasi dengan dunia usaha demi mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Hal yang sama disampaikan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai wacana penghentian restitusi pajak perlu dipertimbangkan secara matang agar tidak mengganggu operasional perusahaan.

“Kebijakan tersebut berpotensi memengaruhi arus kas perusahaan yang selama ini bergantung pada mekanisme pengembalian kelebihan pembayaran pajak,” ujar Ketua Komite Perpajakan Apindo, Siddhi Widyaprathama.

Usulan penundaan restitusi pajak sebelumnya disampaikan oleh Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun. Ia menilai langkah tersebut dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan penerimaan negara.

Menurutnya, kebijakan penundaan restitusi berpotensi menambah penerimaan hingga Rp500 triliun, sekaligus membantu menjaga ketahanan fiskal di tengah tekanan kenaikan harga energi global.

Restitusi pajak merupakan hak setiap wajib pajak atas kelebihan pembayaran yang telah disetorkan kepada negara. Mekanisme ini penting untuk menjaga arus kas (cash flow) pelaku usaha sekaligus mencerminkan tata kelola pemerintahan yang baik.

Artikel Terkait

Lima Bulan Dampingi Pengobatan Kasmari hingga ke Jakarta, NHM Peduli Hadir untuk Warga Lingkar Tambang

Lima Bulan Dampingi Pengobatan Kasmari hingga ke Jakarta, NHM Peduli Hadir untuk Warga Lingkar Tambang

Jakarta, TAMBANG - Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat terus diwujudkan PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) melalui program NHM Peduli. Salah satunya dengan memberikan pendampingan kepada Kasmari (63 tahun), seorang petani yang tinggal di Desa Beringin Agung, Kecamatan Kao Barat, Kabupaten Halmahera Utara, yang saat ini tengah menjalani pengobatan limfoma non-Hodgkin. Penyakit

By Rian Wahyuddin
Hingga Kuartal III Tahun ini, MYOH Sukses Catat Kinerja Positif di Semua Lini

Hingga Kuartal III Tahun ini, MYOH Sukses Catat Kinerja Positif di Semua Lini

Jakarta,TAMBANG,- Kinerja moncer berhasil dibukukan perusahaan kontraktor tambang, PT Samindo Resources Tbk (“Perseroan”). Emiten berkode MYOH ini berhasil membukukan akselerasi kinerja operasional dan lonjakan profitabilitas yang solid sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026. Penguatan ini ditopang oleh pertumbuhan produktivitas pada seluruh lini jasa pertambangan utama Perseroan. Perusahaan mencatat kinerja

By Egenius Soda
Ditjen Minerba: 2.587 UMKM Binaan Perusahaan Tambang, PPM Dorong Kemandirian Ekonomi Daerah

Ditjen Minerba: 2.587 UMKM Binaan Perusahaan Tambang, PPM Dorong Kemandirian Ekonomi Daerah

Jakarta, TAMBANG – Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong penguatan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) agar manfaat kegiatan pertambangan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat di sekitar wilayah operasi. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan keberhasilan sektor

By Rian Wahyuddin
Menko Bahlil Dorong Hilirisasi hingga Produk Akhir, Evaluasi Pembangunan Smelter

Menko Bahlil Dorong Hilirisasi hingga Produk Akhir, Evaluasi Pembangunan Smelter

Jakarta, TAMBANG – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mendorong pengembangan industri hilirisasi mineral di Indonesia agar tidak berhenti pada produksi bahan setengah jadi. Karena itu, Pemerintah berencana mengevaluasi pembangunan smelter yang hanya menghasilkan produk antara untuk meningkatkan nilai tambah di

By Rian Wahyuddin