Dinding Longsor, Dua Supir Truk Tewas di Kawasan PT Arutmin Indonesia

Jakarta, TAMBANG – Akhir tahun 2018, kecelakaan kerja  terjadi di PT Arutmin Indonesia, di wilayah Asam Asam, Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Kecelakaan terjadi karena longsornya dinding hig wall (HW) yang menimpa truk articulated nomor 92 dan 93 dan tertimbun longsor hingga kedua sopirnya meninggal dunia,  pada 31 Desember 2018.   Berdasarkan beberapa sumber informasi termasuk yang beredar di percakapan grup whats app komunitas pertambangan, kedua sopir truk tersebut adalah karyawan PT  Jhonlin Baratama yang menjadi mitra kerja di PT Arutmin, bernama Rahmadi dan Eko.   Saat ini dikabarkan, karena berstatus sebagai perusahaan PKP2B ( Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara), maka kasus ditangani inspektur tambang dari Kementerian ESDM.   Sementara itu,  hingga berita ini diturunkan, General Manager (GM) Operasional PT Arutmin  Indonesia, Sudirman Widhy dan Kasubdit Keselamatan Pertambangan,  Ditjen Minerba,  Kementerian ESDM, Lana Saria, yang dikonfirmasi tambang.co.id  perihal kecelakaan ini, belum memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan melalui pesan whats app.  

Artikel Terkait

SDM Unggul Jadi Kunci Hilirisasi dan Masa Depan Industri Minerba Menuju Indonesia Emas 2045

SDM Unggul Jadi Kunci Hilirisasi dan Masa Depan Industri Minerba Menuju Indonesia Emas 2045

Yogyakarta, TAMBANG – Penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu kunci utama dalam mendorong transformasi industri mineral dan batubara (minerba) menuju Indonesia Emas 2045. Hilirisasi, digitalisasi, transisi energi, dan tuntutan keberlanjutan membutuhkan tenaga profesional dengan kompetensi yang semakin beragam. Hal tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional bertajuk “Mempersiapkan SDM Unggul, Inovatif,

By Rian Wahyuddin
Parama Energi dan SOS Children’s Villages Perkuat Akses Pendidikan Anak di Meulaboh Aceh

Parama Energi dan SOS Children’s Villages Perkuat Akses Pendidikan Anak di Meulaboh Aceh

Jakarta, TAMBANG - PT Prima Wiguna Parama (Parama Energi) meyakini bahwa investasi terbaik bagi masa depan industri energi dan pertambangan tidak hanya dibangun melalui mesin dan infrastruktur, tetapi juga melalui pendidikan tinggi untuk mencetak sumber daya manusia yang berkualitas. Semangat inilah yang mendorong Parama Energi memperkuat akses pendidikan serta pengembangan kapasitas

By Rian Wahyuddin