Di Kabupaten Kukar, PLN EPI dan PLN ENergi Gas Bantu Kembangkan Budidaya Madu Kelulut
Jakarta,TAMBANG,- Satu lagi langkah nyata PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) Bersama anak usahanya PT PLN Energi Gas dalam membantu pengembangan ekonomi masyarakat. Perusahaan mendorong pengembangan ekonomi hijau berbasis masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Kali ini perusahaan mendukung pengembangan dan pendampingan budidaya madu kelulut (stingless bee) di Desa Tanjung Batu, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam budidaya lebah kelulut. Mengembangkan produk bernilai tambah seperti propolis, serta memperkuat usaha mikro berbasis potensi lokal dan ramah lingkungan.
Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan menjelaskan program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan melalui penguatan usaha produktif berbasis lingkungan.
"Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi madu kelulut, tetapi juga mendorong pengembangan produk turunan bernilai tambah seperti propolis, penguatan kapasitas kelompok usaha, hingga membuka peluang pengembangan wisata edukasi berbasis lingkungan," terang Mamit.
Menurut Mamit, budidaya madu kelulut memiliki nilai strategis karena mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem. Lebah kelulut juga berperan penting dalam membantu proses penyerbukan tanaman dan mendukung keanekaragaman hayati.
Melalui program tersebut, PLN EPI memberikan pelatihan budidaya madu kelulut dan pengolahan propolis kepada 10 peserta dari kelompok masyarakat setempat. Perusahaan juga menyalurkan dukungan berupa 30 koloni lebah kelulut, 30 unit stup budidaya, 100 bibit tanaman pakan lebah, serta peralatan panen madu dan propolis.
PLN EPI menargetkan peningkatan produksi madu sedikitnya 30 persen dalam satu tahun, pertumbuhan jumlah koloni lebah sebesar 20 persen, serta peningkatan pendapatan kelompok usaha hingga 30 persen dalam dua tahun melalui pengembangan produk madu dan propolis.
Selain memberikan manfaat ekonomi, budidaya lebah kelulut turut mendukung pelestarian lingkungan. Lebah kelulut berperan sebagai penyerbuk alami yang membantu menjaga produktivitas tanaman dan keanekaragaman hayati di sekitar kawasan budidaya.
Camat Tenggarong Seberang H. Sukono menyambut baik program tersebut dan berharap Desa Tanjung Batu dapat berkembang menjadi salah satu sentra produksi madu kelulut di wilayahnya.
"Kami berharap ilmu yang diperoleh dari pelatihan ini dapat benar-benar dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat. Desa Tanjung Batu memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu penghasil madu kelulut di Kecamatan Tenggarong Seberang," ujarnya.
Ia menegaskan keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh bantuan yang diberikan, tetapi juga keseriusan peserta dalam menerapkan ilmu yang diperoleh selama pelatihan.
"Kalau ilmu yang didapat hari ini tidak diterapkan, manfaatnya tidak akan terasa. Karena itu peserta harus mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan menularkan ilmunya kepada masyarakat lainnya," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Kutai Kartanegara Santi Effendi menilai madu kelulut memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan karena dapat dikembangkan menjadi berbagai produk turunan bernilai tambah tinggi.
"Budidaya madu kelulut memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Produk yang dihasilkan tidak hanya berupa madu, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk turunan seperti propolis dan berbagai produk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi," ujarnya.
Santi menambahkan penguatan UMKM tidak cukup hanya melalui budidaya, melainkan juga perlu didukung pendampingan manajemen usaha, legalitas, pemasaran, hingga perluasan akses pasar. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat menjadi faktor penting agar usaha yang dibangun mampu tumbuh secara berkelanjutan.
Program pengembangan madu kelulut ini merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dan juga berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan SDG 15 (Menjaga Ekosistem Daratan).
Melalui pengembangan budidaya madu kelulut, PLN EPI tidak hanya mendorong lahirnya UMKM yang lebih mandiri dan berdaya saing, tetapi juga membangun model ekonomi hijau yang mampu menghadirkan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan bagi masyarakat Kutai Kartanegara.