Darma Henwa Kantongi Perpanjangan Kontrak Arutmin Senilai Rp10,5 Triliun

Darma Henwa Kantongi Perpanjangan Kontrak Arutmin Senilai Rp10,5 Triliun

Jakarta, TAMBANG – PT Darma Henwa Tbk (DEWA) berhasil meraih perpanjangan kontrak dari PT Arutmin Indonesia (Arutmin) dengan nilai mencapai Rp10,5 triliun. Penandatanganan perjanjian perpanjangan kontrak tersebut dilakukan pada Senin, 19 Januari 2026.

Melalui kontrak ini, DEWA akan melanjutkan penggarapan proyek tambang batu bara di site Kintap dan Asam Asam yang berlokasi di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

“Penandatanganan Perjanjian Perpanjangan Kontrak antara PT Darma Henwa Tbk (Perseroan) dengan PT Arutmin Indonesia (Arutmin) pada proyek pertambangan Kintap dan Proyek Pertambangan Asam Asam,” jelas Direktur DEWA, Mukson Arif Rosyidi, dikutip dalam keterbukaan informasi, Selasa (20/1).

Dalam kontrak baru ini, DEWA memproyeksikan volume overburden sebesar 252 juta bcm dan produksi batu bara mencapai 50 juta ton sepanjang masa operasi tambang (life of mine).

“Penandatanganan Perjanjian Perpanjangan Kontrak life of mine memberikan kepastian jangka panjang atas kegiatan operasional Perseroan serta berdampak positif terhadap kinerja dan kondisi keuangan Perseroan,” imbuh Mukson.

Mukson menjelaskan bahwa pada kontrak sebelumnya, DEWA mencatatkan produksi overburden di site Asam Asam rata-rata mencapai 17,3 juta bcm, dengan produksi batu bara sekitar 3,8 juta ton per tahun.

Sementara itu, di site Kintap, emiten jasa pertambangan milik Bakrie Group tersebut membukukan rata-rata volume overburden sebesar 25,3 juta bcm dan produksi batu bara mencapai 3,8 juta ton per tahun.

Artikel Terkait

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda