COR Memanfaatkan Peluang Kuota dari Pemerintah akan Ekspor Bijih Nikel

COR Memanfaatkan Peluang Kuota dari Pemerintah akan Ekspor Bijih Nikel
Jakarta – TAMBANG. Pembangunan smelter Ferro Nikel (FeNi) oleh PT Central Omega Resources Tbk (Perseroan) melalui Anak Perusahaannya, PT COR Industri Indonesia telah memasuki tahap komisioning dan dengan dilanjutkan tahap ujicoba produksi diharapkan pada bulan Maret 2017.   Ujicoba produksi dilakukan secara bertahap dalam masing-masing unit blast furnace. Tahap ujicoba sudah berjalan sesuai dengan rencana dan sampai dengan bulan Juni 2017 smelter perseroan telah dapat menghasilkan produk FeNi sebanyak +/- 7000 ton. Produk FeNi tersebut dihasilkan dari blast furnace unit kesatu dan kedua, sedangkan unit ketiga dan empat akan mulai beroperasi pada bulan Juli 2017.   “Untuk selanjutnya, kami akan mencoba untuk menjual produk pertama dari smelter ke Tiongkok dalam waktu dekat ini,” ujar Kurniadi Atmosasmito, Direktur Operasi Perseroan, pada acara paparan Publik Perseroan (16/06).   Perseroan sedang melakukan upaya untuk mendapatkan kuota ekspor bijih nikel dari Pemerintah. Diharapkan dalam waktu dekat Perseroan telah dapat melakukan penjualan ekspor bijih nikelnya.   Hal ini merupakan bagian respon perseroan terhadap Peraturan Pemerintah nomor 1 tahun 2017 dan Peraturan Menteri ESDM nomor 5 tahun 2017, memberikan peluang kepada perusahaan tambang nikel yang membangun smelter, untuk mendapatkan kuota dari Pemerintah agar dapat menjual bijih nikel dengan kadar tertentu secara ekspor dalam jangka 5 tahun.   Feni Silviani Budiman, Direktur Keuangan Perseroan, pada kesempatan yang sama menjelaskan bahwa dengan telah beroperasinya smelter Perseroan dan unit Pertambangannya, maka diharapkan mulai tahun 2017 Perseroan kembali akan membukukan pendapatan usaha dari segmen usaha smelter dan pertambangan nikelnya.   Dalam presentasi yang sampaikan, PT Central Omega Resources Tbk (Perseroan) menargetkan keuntungan bersih dari kedua segmen usahanya sebesar Rp 163 miliar di tahun 2017.

Artikel Terkait

Teknologi Backfilling Dinilai Cocok Diterapkan di Pertambangan Indonesia

Teknologi Backfilling Dinilai Cocok Diterapkan di Pertambangan Indonesia

Jakarta,TAMBANG,- Dalam industri pertambangan, istilah tailing atau limbah sisa proses pengolahan mineral sering kali menjadi perhatian serius. Bukan sekadar urusan teknis, pengelolaan tailing kini menyangkut aspek kepercayaan publik, keselamatan kerja, hingga keberlanjutan lingkungan. Selama ini, metode Tailing Storage Facility (TSF) atau fasilitas penyimpanan di permukaan menjadi pendekatan yang

By Egenius Soda
Astrindo-Humpuss Tandatangani MoU Strategis Pengembangan Proyek Energi dan Infrastruktur Industri

Astrindo-Humpuss Tandatangani MoU Strategis Pengembangan Proyek Energi dan Infrastruktur Industri

Jakarta, TAMBANG - PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (“Astrindo” atau “Perseroan”, atau “BIPI”), perusahaan investasi yang berfokus pada infrastruktur energi terintegrasi, terus melanjutkan transformasi strategis bisnisnya melalui penguatan portofolio investasi yang berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan dan pengembangan sektor energi masa depan. Perseroan dan PT Humpuss (“Humpuss”) telah menandatangani Nota Kesepahaman

By Rian Wahyuddin