Astrindo-Humpuss Tandatangani MoU Strategis Pengembangan Proyek Energi dan Infrastruktur Industri

Astrindo-Humpuss Tandatangani MoU Strategis Pengembangan Proyek Energi dan Infrastruktur Industri
Ilustrasi. Sumber: Astrindo.

Jakarta, TAMBANG - PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (“Astrindo” atau “Perseroan”, atau “BIPI”), perusahaan investasi yang berfokus pada infrastruktur energi terintegrasi, terus melanjutkan transformasi strategis bisnisnya melalui penguatan portofolio investasi yang berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan dan pengembangan sektor energi masa depan.

Perseroan dan PT Humpuss (“Humpuss”) telah menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) terkait pengembangan bersama proyek energi dan industri di Indonesia. Penandatanganan MoU ini menjadi langkah strategis kedua perusahaan dalam memperkuat kolaborasi pada sektor energi, infrastruktur industri, dan pengembangan energi berkelanjutan di Indonesia.

Melalui kerja sama ini, Astrindo dan Humpuss sepakat untuk menjajaki pengembangan bersama 5 (lima) proyek strategis dengan estimasi kebutuhan belanja modal sebesar USD1,5 miliar, yaitu:
• Proyek Reaktivasi Catalytic Polymerization Unit (CPU);
• Proyek Reformate Addition;
• Proyek Kilang CPO menjadi Minyak Goreng;
• Proyek Mini LNG; dan
• Proyek Pembangkit Listrik Panas Bumi dan Data Center di Pulau Sabang, Aceh.

Kolaborasi ini mencerminkan komitmen kedua belah pihak dalam mendukung pengembangan ekosistem energi nasional yang lebih terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi terhadap agenda transisi energi nasional dan pengembangan ekonomi digital Indonesia.

Direktur Utama Astrindo, Bapak Ray Gerungan, menyampaikan bahwa kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan sinergi strategis antara kompetensi, jaringan, dan pengalaman yang dimiliki masing-masing pihak, sekaligus membuka peluang pengembangan proyek-proyek energi dan industri yang berorientasi pada keberlanjutan dan nilai tambah jangka panjang.

MoU ini bersifat non-binding dan menjadi kerangka bagi kedua belah pihak untuk melakukan studi kelayakan, evaluasi teknis, penjajakan komersial, serta pembahasan lebih lanjut terkait struktur investasi dan pengembangan proyek. Setiap pelaksanaan proyek akan tunduk pada perjanjian definitif yang akan disepakati lebih lanjut oleh para pihak.

Sebagai bagian dari kerja sama tersebut, para pihak juga menjajaki potensi pembentukan entitas usaha patungan (joint venture) dengan prinsip partisipasi yang setara untuk masing-masing proyek yang akan dikembangkan bersama.

Astrindo memandang pengembangan proyek-proyek berbasis energi bersih seperti Mini LNG dan geothermal-powered data center sebagai bagian dari strategi Perseroan dalam memperkuat portofolio energi berkelanjutan, sejalan dengan arah transformasi bisnis Perseroan menuju sektor energi yang lebih ramah lingkungan dan berorientasi ESG.

Artikel Terkait

DSI Lengkapi Jajaran Komisaris dan Direksi, Jalankan Mandat Ekspor SDA Strategis

DSI Lengkapi Jajaran Komisaris dan Direksi, Jalankan Mandat Ekspor SDA Strategis

Jakarta, TAMBANG – PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI kini memiliki jajaran Komisaris dan Direksi lengkap untuk mendukung pelaksanaan mandatnya dalam tata kelola ekspor komoditas strategis Indonesia. Dewan Komisaris DSI dipimpin Komisaris Utama Cipung Noer, bersama Tony Wenas, Prof. Mari Elka Pangestu, dan Harold Tjiptadjaja sebagai Komisaris. Jajaran tersebut memiliki

By Rian Wahyuddin
DSI Petakan Ekspor USD14 Miliar, Potensi Optimalisasi Nilai Capai USD5 Miliar

DSI Petakan Ekspor USD14 Miliar, Potensi Optimalisasi Nilai Capai USD5 Miliar

Jakarta, TAMBANG – PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI mengumumkan kesiapan operasional dalam menjalankan mandat pengelolaan ekspor komoditas strategis Indonesia. Dalam waktu sedikit lebih dari dua bulan, DSI telah membangun visibilitas analitis terhadap sekitar 6.500 deklarasi ekspor dengan nilai lebih dari USD14 miliar. DSI dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP)

By Rian Wahyuddin
SDM Unggul Jadi Kunci Hilirisasi dan Masa Depan Industri Minerba Menuju Indonesia Emas 2045

SDM Unggul Jadi Kunci Hilirisasi dan Masa Depan Industri Minerba Menuju Indonesia Emas 2045

Yogyakarta, TAMBANG – Penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu kunci utama dalam mendorong transformasi industri mineral dan batubara (minerba) menuju Indonesia Emas 2045. Hilirisasi, digitalisasi, transisi energi, dan tuntutan keberlanjutan membutuhkan tenaga profesional dengan kompetensi yang semakin beragam. Hal tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional bertajuk “Mempersiapkan SDM Unggul, Inovatif,

By Rian Wahyuddin