Clariant Dapat Sertifikasi RSPO Mass Balance

Jakarta-TAMBANG. Salah satu perusahaan terkemuka dunia dalam bahan kimia specialty, Clariant, mengumumkan pencapaiannya untuk sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) Mass Balance (MB) untuk fasilitas produksinya di Tangerang (Indonesia) dan Taragona (Spanyol). Dengan sertifikasi itu, Clariant dapat menawarkan bahan baku berbasis sawit bersertifikat RSPO MB kepada pelanggan di industri Personal Care dan Home Care dari seluruh fasilitas terkaitnya di wilayah Asia Pasifik (APAC) dan Eropa. Secara total, empat pabrik di APAC, dua pabrik di Eropa dan fasilitas dari Joint Venture Global Amines di Gendorf, Jerman dan di Lianyungang di Tiongkok telah mendapatkan sertifikasi Mass Balance ini. Saat ini Clariant juga sedang mengusahakan fasilitas produksinya di Amerika Utara (NORAM) dan Amerika Latin (LATAM) untuk masuk ke dalam ruang lingkup sertifikasi RSPO MB, sebuah proses yang ditargetkan selesai pada pertengahan 2016. “Sertifikasi RSPO menunjukan upaya Clariant untuk menanamkan prinsip Sustainability dalam kegiatan usahanya. Lebih jauh, kami telah berkomitmen untuk melaksanakan pendekatan zero-deforestation dan sistem telusur (traceability) pada bahan baku berbasis kelapa sawit dan disaat yang bersamaan kami juga telah meluncurkan program sertifikasi RSPO untuk rantai suplai yang saat ini sedang berjalan,” ujar CEO Clariant, Hariolf Kottmann melalui keterangan tertulis, Senin (22/2). Clariant telah menjadi anggota RSPO sejak 2011. Komitmen Clariant terhadap prinsip-prinsip keberlangsungan produksi dan pengadaan bahan baku mentah berbasis kelapa sawit sejalan dengan permintaan yang meningkat akan bahan baku sustainable dan adanya transparansi dari pelanggan produk-produk Personal Care dan Home Care. Kepala Unit Bisnis Clariant untuk Industrial & Consumer Specialties (BU ICS), Christian Vang menambahkan pengadaan yang sustainable untuk bahan baku berbasis sawit dimulai dari transparansi pada sistem rantai suplai dan Clariant berkomitmen untuk menunjukan kepedulian serta merespon kebutuhan pasar dengan menjalankan sistim telusur (traceability) pada bahan-bahan baku mentahnya. “Sertifikasi RSPO ini dapat membantu kami untuk meningkatkan market share bahan baku berbasis sawit bersertifikat RSPO Mass Balance yang tersedia bagi pabrikan dan pemilik merk di sektor Personal Care dan Home Care,” katanya. Pada tahun 2020, Clariant berharap untuk telah mendapatkan sertifikasi RSPO Segregation rantai suplai untuk semua fasilitas produksi terkait dari BU ICS dan terus mendorong Joint Venture Global Amines untuk mendapatkan sertifikasi bagi fasilitas produksinya. Jika Mass Balance masih memperbolehkan bercampurnya bahan baku yang bersertifikat dengan bahan baku yang tidak bersertifikat di proses rantai suplai, Segregation memastikan bahwa hanya bahan baku bersertifikat yang dapat masuk ke rantai suplai. Dengan sertifikasi multi-lokasi ini, satu fasilitas produksi utama di wilayah tertentu telah diaudit secara acak, mewakili seluruh lokasi di wilayah tersebut.

Artikel Terkait

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda