Cipta Kridatama Tandatangani Kontrak Baru Senilai US$ 82 Juta

Jakarta-TAMBANG.Ditengah sektor pertambangan khusus batu bara sedang lesu, salah satu kontraktor tambang terbesar Indonesia PT Cipta Kritama meraih kontrak baru. Anak usaha PT ABK Investama,Tbk ini mendapat kontrak baru jasa pertambangan senilai US$81 juta atau setara dengan Rp.1,137 triliun dari PT Indomining (IM) yang merupakan anak usaha dari PT Toba Bara Sejahtera,Tbk. Lewat kontrak kerja sama selama 5 (lima) tahun ini, PT Cipta Kridatama (CK) akan memberikan layanan jasa pengupasan lapisan tanah penutup batu bara (overburden removal) di tambang seluas 683 ha yang terletak di Sanga-sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Selama masa kontrak, CK ditargetkan mampu melakukan pengupasan lapisan tanah penutup sebesar 65 juta Bcm hingga akhir kontrak. Kontrak kerja sama ini ditandatangani Direktur Utama PT Cipta Kridatama Irfan Setiaputra dan Direktur Utama IM, Arthur Simatupang yang berlaku hingga tahun 2021. “Industri batubara masih belum membaik dan persaingan di antara pelaku industri ini pun semakin kompetitif. Kontrak baru dengan IM akan menunjukkan CK mampu menjaga kinerjanya dan memiliki daya saing. Keberhasilan ini juga memperlihatkan service CK bisa menjawab kebutuhan customer yang disesuaikan dengan kondisi batu bara saat ini.”kata Irfan Setiaputra. Kontrak kerja sama dengan IM menjadi kerja sama yang kedua CK dengan Toba Bara Group. Sebelumnya, CK telah menandatangani kerja sama dengan PT Adimitra Baratama Nusantara (ABN) yang mencapai nilai US$396 juta di Juni 2015. Kedua anak perusahaan Toba Bara Group ini memiliki wilayah konsesi yang saling bersebelahan di Sanga-sanga sehingga saling menopang dalam rantai pasokan produksi batubara.

Artikel Terkait

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda