Chevron Pastikan Tidak Perpanjang Blok East Kalimantan

Chevron Pastikan Tidak Perpanjang Blok East Kalimantan
Jakarta-TAMBANG- Chevron melalui anak perusahaannya Chevron Indonesia Company (CICO), telah mengelola blok migas East Kalimantan (Ekal), sejak 1968. Pada 24 Oktober 2018 mendatang, blok migas Ekal yang terdiri dari tiga lapangan North Area, South Area dan West Seno itu akan berakhir kontraknya. Perusahaan asal Amerika itu memastikan tidak akan memperpanjang  kontrak blok migas di East Kalimantan tersebut. Dalam keterangan kepada media, Managing Director Chevron IndoAsia Business Unit Chuck Talor mengatakan bahwa, Chevron melalui CICO tidak akan mengajukan perpanjangan PSC (production Sharing Contract) Ekal dan akan mengembalikan aset tersebut kepada pemerintah Indonesia, tapat pada masa berakhirnya kontrak nanti. “Keputusan ini tidak mempengaruhi komitmen kami untuk meneruskan sejarah 90 tahun kemitraan di Indonesia atau menjalankan proyek-proyek strategis seperti proyek Indonesia Deepwater Development (IDD),” demikian ungkap Taylor melalui keterangan tertulisnya (Selasa,19/01/2015). Lebih lanjut ia mengatakan, Chevron merasa bangga telah menjalin kerjasama dengan pemerintah Indonesia lebih dari 90 tahun, sejak kehadiranna di Indonesia pada 1924. Chevron menurutnya akan terus mendukung Indonesia, dalam mengembangkan sumber daya energi yang selamat, efisien dan handal. “Kami akan tetap fokus pada keselamatan dan keandalan operasi, dan mendukung penyerahan aset yang lancar kepada operator baru,” imbuhnya. Blok East Kalimantan selama ini terbilang cukup startegis karena ikut berkontribusi terhadap penyediaan dan suplai gas kepada aset startegis Indonesia, diantaranya ikut berkontribusi untuk kilang LNG Bontang dan kilang Balikpapan. Namun tidak ada keterangan tambahan, mengapa Chevron tidak mau melakukan perpanjangan. Apakah karena terkait situasi harga minak global yang terus mengalami penurunan sehingga pengembangan blok East Kalimantan tidak menarik atau mungkin ada alasan lain. Dalam keterangan media tersebut hanya dikatakan, Chevron merasa senang bermitra dengan Indonesia dan memutuskan tidak akan melakukan perpanjangan kontrak. []  

Artikel Terkait

Pemerintah Tegaskan Ekspor Mineral Ikutan Tetap Berjalan, Kajian Logam Tanah Jarang Disiapkan

Pemerintah Tegaskan Ekspor Mineral Ikutan Tetap Berjalan, Kajian Logam Tanah Jarang Disiapkan

Jakarta, TAMBANG – Pemerintah menegaskan bahwa pelaksanaan ekspor produk pertambangan beserta turunannya tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku dan tidak dimaksudkan untuk menghambat ekspor mineral ikutan, termasuk potensi Logam Tanah Jarang (LTJ) yang terkandung dalam komoditas tambang utama. Penegasan tersebut menjadi salah satu hasil rapat koordinasi lintas kementerian yang membahas implementasi

By Rian Wahyuddin