Chevron Masih Jadi Tumpuan Produksi Minyak RI

Chevron Masih Jadi Tumpuan Produksi Minyak RI

Jakarta - TAMBANG. Kepala Satuan Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) telah menetapkan target produksi minyak nasional sebanyak 849.000 barel per hari di tahun ini. Blok Rokan di Provinsi Riau yang dikelola oleh PT Chevron Pacific Indonesia masih menjadi tumpuan, dengan kontribusi lebih dari 30%.

Perusahaan migas plat merah PT Pertamina (Persero) sendiri ada di peringkat kedua, lewat anak usahanya PT Pertamina EP (Blok Indonesia). Menyusul di belakangnya adalah hasil produksi Blok Cepu yang dikelola Mobil Cepu.

Target Produksi 14 KKKS Terbesar Tahun 2015

Tercatat sebanyak 14 KKKS besar yang mendapatkan sekitar 80% alokasi pemenuhan target produksi minyak nasional tahun ini, atau sejumlah 732.010 barel per hari. Sementara hampir 70 KKKS lainnya hanya ditargetkan memproduksi total 117.000 ribu barel per hari saja.

Artikel Terkait

PT TIMAH Buka Suara soal Demo di Belitung Timur, Minta Kondusivitas Tetap Terjaga

PT TIMAH Buka Suara soal Demo di Belitung Timur, Minta Kondusivitas Tetap Terjaga

Jakarta, TAMBANG – PT TIMAH Tbk buka suara terkait aksi demonstrasi warga di depan kantor perusahaan di Kabupaten Belitung Timur yang berujung bentrokan. Perseroan menyatakan menghormati aspirasi masyarakat dan berharap situasi tetap kondusif. Corporate Secretary PT TIMAH (Persero) Tbk, Ruddy Nursalam, menyampaikan bahwa perusahaan memahami aktivitas pertambangan timah memiliki keterkaitan yang

By Rian Wahyuddin
Demo Penambang Timah di Belitung Berujung Bentrok, Bambang Patijaya Dorong Perpres Segera Terbit

Demo Penambang Timah di Belitung Berujung Bentrok, Bambang Patijaya Dorong Perpres Segera Terbit

Jakarta, TAMBANG - Aksi demonstrasi masyarakat penambang di Kantor PT TIMAH di Kabupaten Belitung Timur menjadi sorotan. Di tengah meningkatnya tuntutan agar pembelian bijih timah masyarakat kembali dibuka, Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya meminta seluruh pihak menahan diri dan menjaga kondusivitas, sembari memastikan pemerintah tengah mempercepat penerbitan Peraturan Presiden

By Rian Wahyuddin