Chandra Asri Suntik Modal Tambahan untuk Synthetic Rubber

Chandra Asri Suntik Modal Tambahan untuk Synthetic Rubber

Jakarta – TAMBANG. Perusahaan petrokimia bernama PT Synthetic Rubber Indonesia, anak usaha PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), mendapatkan tambahan modal sebesar US$32,36 juta.

Uang tersebut berasal dari penjualan aset tetap berupa tanah milik Chandra Asri yang berada di kompleks pabrik Chandra Asri di Cilegon, Banten. Luasnya mencapai 161.830 meter persegi (m²).

Hasil penjualan tanah tersebut kemudian masuk menjadi kas bagi Chandra Asri. "Jadi sama saja, untuk pembangunan perusahaan secara konsolidasi dan keseluruhan," ujar Harry Tamin, Investor Relation PT Chandra Asri Petrochemical, Senin (6/4).

Saat ini porsi kepemilikan saham Chandra Asri di Synthetic Rubber sebenarnya hanya 45%. Justru mayoritas saham dimiliki oleh perusahaan asal Swiss, Compagnie Financiere Du Groupe Michelin (Michelin).

Saat ini, Synthetic Rubber sedang dalam proses menyelesaikan dua rencana ekspansi di Cilegon. Nilai investasi pembangunan pabrik pertama sebesar US$ 350 juta untuk memproduksi 80.000 ton styrene butadiene rubber per tahun, dan 40.000 ton poly butadiene rubber per tahun. Pabrik yang mulai dibangun awal tahun 2015 tersebut, diharapkan beroperasi awal 2017.

Rencana kedua adalah menambah produk baru berupa naphta cracker dari pabrik Cilegon, dengan nilai investasi ekspansi US$ 380 juta. Diharapkan ekspansi ke bisnis naphta cracker ini bisa terealisasi di Januari 2016. "Pada Desember kemarin sudah rampung 68%, jadi kami rencanakan selesai tepat waktu," ujar Harry.

Pasca realisasi produksi naphta cracker nanti, kapasitas produksi petrokimia hulu Chandara Asri rata-rata akan meningkat sebesar 43%. Produksi etilena yang saat ini 600.000 ton per tahun akan menjadi 860.000 ton per tahun. Selain itu produksi propilena akan membesar dari 320.000 ton per tahun, menjadi 470.000 ton per tahun.

Produksi mixed C4 Chandra Asri yang tadinya 220.000 ton per tahun juga akan naik menjadi 315.000 ton per tahun. Selain itu, produksi py-gas yang hanya 280.000 ton per tahun akan menjadi 400.000 ton per tahun.

Namun mau tidak mau, manajemen Chandra Asri harus menyetop produksi selama 90 hari sehubungan dengan rencana ekspansi pabrik. Alasannya, perusahaan tersebut harus menyambungkan mesin lama dengan mesin naphta cracker yang baru.

Penyambungan mesin itu akan dilakukan antara pertengahan Agustus hingga November 2015. "Sekaligus kami gunakan waktu itu untuk pemeliharaan rutin yang dilakukan tiap empat tahun sekali," terang Harry.

Otomatis, dampak dari penghentian sementara produksi itu adalah volume produksi berkurang. Termasuk potensi pendapatan juga terpangkas selama tiga bulan. Sayangnya, meski mengakui kemungkinan itu, manajemen Chandra Asri tak mau membeberkan potensi penurunan kinerja tahun ini.

Artikel Terkait

PPA-Adaro Bangun Masa Depan Tabalong Lebih Sehat dan Produktif Lewat Program Operasi Katarak Gratis

PPA-Adaro Bangun Masa Depan Tabalong Lebih Sehat dan Produktif Lewat Program Operasi Katarak Gratis

Jakarta, TAMBANG - PT Putra Perkasa Abadi (PPA) bersama PT Adaro Indonesia terus memperkuat komitmen dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap program operasi katarak gratis bagi 131 masyarakat Tabalong. Program yang merupakan bagian dari inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) PT

By Rian Wahyuddin
PAMA KPCS Dorong Konservasi Mangrove Berkelanjutan Melalui Pembinaan Komunitas Alien Mangrove

PAMA KPCS Dorong Konservasi Mangrove Berkelanjutan Melalui Pembinaan Komunitas Alien Mangrove

Kutai Timur, TAMBANG – Komitmen PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Jobsite KPCS dalam mendukung pelestarian lingkungan terus dilakukan melalui pembinaan dan pendampingan terhadap komunitas lokal. Salah satunya melalui dukungan terhadap Komunitas Alien Mangrove Kutai Timur, yang saat ini mengelola pusat pembibitan mangrove dengan kapasitas mencapai 12.000 bibit per tahun. Kegiatan monitoring

By Rian Wahyuddin
Jalan Tengah Konflik di Beltim, Pemerintah Izinkan PT TIMAH Beli Timah dari Masyarakat

Jalan Tengah Konflik di Beltim, Pemerintah Izinkan PT TIMAH Beli Timah dari Masyarakat

Jakarta, TAMBANG — Pemerintah mengambil langkah cepat untuk mencari solusi atas persoalan tata kelola pertimahan di Belitung Timur (Beltim), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung beberapa waktu lalu. Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Yusril Ihza Mahendra, menggelar rapat bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait, Pemerintah Provinsi

By Rian Wahyuddin