Cegah Stunting, PAMA Group Luncurkan Program ‘GAK RUGI’, Gerakan Ayo ke Rumah Gizi

Cegah Stunting, PAMA Group Luncurkan Program ‘GAK RUGI’, Gerakan Ayo ke Rumah Gizi
CSR Sect Head PAMA, Suryadi (kedua dari kanan) memberi bantuan dana penanganan stunting saat peluncuran program GAK RUGI, di Jakarta, Kamis (31/8). Dok: Istimewa

Jakarta, TAMBANG – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) bersama anak usaha, PT Kalimantan Prima Persada (KPP) dan PT Tuah Turangga Agung (TTA) meluncurkan program ‘GAK RUGI” atau Gerakan Ayo ke Rumah Gizi di Jakarta, Kamis (31/8). Program tersebut sebagai upaya PAMA Group dalam menangani dan mencegah stunting anak.

CSR Sect Head PAMA, Suryadi menyampaikan bahwa program ‘GAK RUGI’ yang juga menggandeng Puskesmas Kelurahan Jatinegara ini, difokuskan kepada kegiatan preventif, promotif, dan kuratif untuk menyelamatkan generasi bangsa agar terbebas dari stunting.

“Program ini bertujuan untuk Puskesmas Kelurahan Jatinegara dilakukan inovasi untuk menurunkan prevalensi kasus balita stunting dengan program GAK RUGI (Gerakan Ayo Ke Rumah Gizi) di Wilayah Kelurahan Jatinegara,” ujar Suryadi.

Suryadi lalu memaparkan, kegiatan pokok penanganan dan pencegahan balita stunting ialah melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sebanyak 3 kali selama 66 hari dan melakukan pertemuan dengan kegiatan edukasi kesehatan, penimbangan berat badan (BB) dan tinggi badan (TB).

Selanjutnya ada kegiatan memasak bersama menu PMT, adopsi perilaku baik seperti cuci tangan pakai sabun. Pelaksana kegiatan program ini ialah Ibu Kader, Tenaga paya ama, Lintas Sektor (Kader PKK, kantor lurah), Ibu Balita dan CSR.

“Sasarannya ialah balita stunting, balita gizi buruk, balita gizi kurang, balita underweight yang ada di wilayah Kelurahan Jatinegara,” beber Suryadi.

Suryadi berharap, program ‘GAK RUGI’ memberi dampak signifikan dalam menurunkan angka stunting terutama yang berada di wilayah Jakarta.

“Semoga program ini dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya dan sesuai dengan sasaran serta dengan signifikan menekan kasus stunting yang ada wilayah Kelurahan Jatinegara,” pungkas dia.

Camat Cakung, Fajar Eko Satrio mengapresiasi apa yang tengah dilakukan PAMA Group Bersama Puskesmas Jatinegara ini. Dia berharap kasus stunting anak menjadi perhatian bersama sehingga jumlah penyintas berangsur menurun.

“Mengucapkan terimakasih atas kerjasama CSR PAMA dalam upaya penanganan stunting secara berkelanjutan ini, harapannya bahwa kasus stunting ini bisa menjadi perhatian seluruh pihak termasuk orangtua balita,” ungkap Fajar.

Sebagai informasi, dalam launching program ‘GAK RUGI’ PAMA Group memberikan dana bantuan untuk penanganan stunting sebesar Rp 144.500.000. Turut hadir dalam acara peresmian program ‘Gak Rugi’, Media Relations KPP, Adella, Plt Lurah Jatinegara, Djariyah dan Kasatpel Puskesmas Jatinegara, dr Farida.

Untuk diketahui, kasus stunting atau gangguan pertumbuhan pada anak di Indonesia masih terbilang tinggi. Pada tahun 2016, Global Nutrition Report mencatat bahwa prevalensi stunting di Indonesia berada pada peringkat 108 dari 132 negara.

Menurut data UNICEF tahun 2018, 3 dari 10 anak berusia di bawah lima tahun menderita stunting, sedangkan 1 dari 10 mengalami kekurangan berat badan, 1 dari 5 orang anak usia sekolah dasar mengalami kelebihan berat badan.

Artikel Terkait

PERHAPI, IAGI dan PERMINAS Sepakat Mulai Garap Data Mineral Tanah Jarang Indonesia

PERHAPI, IAGI dan PERMINAS Sepakat Mulai Garap Data Mineral Tanah Jarang Indonesia

Jakarta,TAMBANG,- Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) dan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) baru-baru ini menandatangani kesepakatan dengan PT Perusahaan Mineral Nasional (PERMINAS). Ketiga pihak ini sepakat untuk melakukan validasi, estimasi dan pelaporan sumber daya dan cadangan logam tanah jarang di Indonesia. Kegiatan penandatanganan nota kesepakatan ini dilaksanakan di

By Egenius Soda