Cegah Abrasi, Pertamina Tanam 25.000 Mangrove di Kampung Klayas

Jakarta-TAMBANG. Pertamina Refinery Unit VII Kasim/Sorong menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dengan menanam 25.000 pohon mangrove di kawasan Dermaga 1 dan 2 Refinery Unit VII – Kasim/Sorong, Kampung Klayas, Kecamatan Seget, Sorong, Papua Barat. Secara simbolis penanaman mangrove dilakukan oleh Wakil Bupati Sorong Suka Hardjono dan General Manager Pertamina Refinery Unit VII – Kasim/Sorong I Gusti Bagus Prihanta, serta dihadiri oleh jajaran Muspida dan Muspika Sorong. Tidak ketinggalan, para pekerja Pertamina Refinery Unit VII – Kasim/Sorong dan warga Kampung Klayas yang merupakan area Ring 1 RU VII – Kasim/Sorong turut meramaikan acara ini. Penanaman 25.000 pohon mangrove ini ditujukan untuk mencegah dan memperlambat terjadinya abrasi di sekitar Dermaga 1 dan 2 Pertamina Refinery Unit VII – Kasim/Sorong yang tepatnya berlokasi di Kampung Klayas, Kecamatan Seget, Sorong, Papua Barat yang merupakan wilayah Ring I Pertamina Refinery Unit VII – Kasim/Sorong. “Selain untuk memperlambat dampak pengikisan tepi laut dari hempasan ombak, kawasan ekosistem mangrove berpotensi menjadi habitat bagi biota yang ada di laut. Ini merupakan bentuk kepedulian Pertamina terhadap pelestarian lingkungan sekitar,” jelas I Gusti, Rabu (23/3). Penanaman pohon mangrove bukanlah hal yang baru bagi Pertamina. Pertamina dengan melibatkan masyarakat telah membina dan mengembangkan kawasan konservasi mangrove di berbagai wilayah, di antaranya Muara Ujung, Tangerang, Banten; Karangsong, Balongan, Indramayu; dan Kampung Wanasari, Denpasar, Bali. “Penanaman pohon mangrove ini dilakukan secara bertahap. Tahap pertama akan ditanam sebanyak 10.000 pohon, sedangkan tahap kedua akan ditanam sisanya sebanyak 15.000 pohon yang saat ini masih dalam tahap pembibitan,” tambahnya. Pada kesempatan ini selain penanaman 25.000 pohon mangrove, untuk membantu meringankan beban ekonomi warga Kampung Klayas, Pertamina Refinery Unit VII – Kasim/Sorong juga membagikan sebanyak 80 paket sembako.

Artikel Terkait

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda