Bumi Resources (BUMI) Produksi Batu Bara Sebesar 74,8 Juta Ton di 2025

Emiten tambang Bakrie Group, PT Bumi Rsources Tbk (BUMI) berhasil memproduksi batu bara sebesar 74,8 juta metrik ton sepanjang tahun 2025.

Bumi Resources (BUMI) Produksi Batu Bara Sebesar 74,8 Juta Ton di 2025
Ilustrasi: Batu bara hasil produksi PT Arutmin Indonesia (Arutmin), anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Jakarta, TAMBANG โ€“ PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan kinerja operasional yang relatif stabil sepanjang 2025 dengan produksi batu bara mencapai 74,8 juta metrik ton. Angka ini naik tipis 0,2% dibandingkan realisasi produksi pada 2024.

Kenaikan produksi tersebut menunjukkan upaya perseroan dalam menjaga level output di tengah dinamika industri batu bara global.

Namun demikian, dari sisi penjualan, BUMI mencatatkan penurunan. Volume penjualan batu bara sepanjang 2025 tercatat sebesar 74,6 juta metrik ton, atau turun sekitar 2% dibandingkan tahun sebelumnya.

Adapun panduan penjualan batu bara pada tahun 2026 diproyeksi sekitar 76-78 juta metrik ton. โ€œBumi Resources tetap berkomitmen untuk menjaga efisiensi operasional, memperkuat ketahanan rantai pasok, dan mendukung strategi diversifikasi guna memperkuat portofolio usaha jangka panjang,โ€ jelas Manajen dalam keterangan resmi, Senin (30/3).

Di tengah kondisi tersebut, perseroan tetap membukukan kinerja keuangan yang positif. BUMI mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD81,0 juta atau setara Rp1,376 triliun (kurs Rp16.996 per dolar AS), naik 20,1% dibandingkan 2024 yang sebesar USD67,5 juta.

Secara keseluruhan, laba bersih konsolidasian mencapai USD122,3 juta atau setara Rp2,078 triliun, meningkat 48% dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, pendapatan perseroan tercatat sebesar USD1.242,8 juta.

Kinerja ini mencerminkan strategi perseroan dalam menjaga keseimbangan antara produksi dan permintaan pasar, di tengah fluktuasi harga dan kondisi industri batu bara global.

Artikel Terkait

Lima Bulan Dampingi Pengobatan Kasmari hingga ke Jakarta, NHM Peduli Hadir untuk Warga Lingkar Tambang

Lima Bulan Dampingi Pengobatan Kasmari hingga ke Jakarta, NHM Peduli Hadir untuk Warga Lingkar Tambang

Jakarta, TAMBANG - Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat terus diwujudkan PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) melalui program NHM Peduli. Salah satunya dengan memberikan pendampingan kepada Kasmari (63 tahun), seorang petani yang tinggal di Desa Beringin Agung, Kecamatan Kao Barat, Kabupaten Halmahera Utara, yang saat ini tengah menjalani pengobatan limfoma non-Hodgkin. Penyakit

By Rian Wahyuddin
Hingga Kuartal III Tahun ini, MYOH Sukses Catat Kinerja Positif di Semua Lini

Hingga Kuartal III Tahun ini, MYOH Sukses Catat Kinerja Positif di Semua Lini

Jakarta,TAMBANG,- Kinerja moncer berhasil dibukukan perusahaan kontraktor tambang, PT Samindo Resources Tbk (โ€œPerseroanโ€). Emiten berkode MYOH ini berhasil membukukan akselerasi kinerja operasional dan lonjakan profitabilitas yang solid sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026. Penguatan ini ditopang oleh pertumbuhan produktivitas pada seluruh lini jasa pertambangan utama Perseroan. Perusahaan mencatat kinerja

By Egenius Soda
Ditjen Minerba: 2.587 UMKM Binaan Perusahaan Tambang, PPM Dorong Kemandirian Ekonomi Daerah

Ditjen Minerba: 2.587 UMKM Binaan Perusahaan Tambang, PPM Dorong Kemandirian Ekonomi Daerah

Jakarta, TAMBANG โ€“ Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong penguatan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) agar manfaat kegiatan pertambangan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat di sekitar wilayah operasi. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan keberhasilan sektor

By Rian Wahyuddin
Menko Bahlil Dorong Hilirisasi hingga Produk Akhir, Evaluasi Pembangunan Smelter

Menko Bahlil Dorong Hilirisasi hingga Produk Akhir, Evaluasi Pembangunan Smelter

Jakarta, TAMBANG โ€“ Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mendorong pengembangan industri hilirisasi mineral di Indonesia agar tidak berhenti pada produksi bahan setengah jadi. Karena itu, Pemerintah berencana mengevaluasi pembangunan smelter yang hanya menghasilkan produk antara untuk meningkatkan nilai tambah di

By Rian Wahyuddin