BUMI Bayar Utang USD239,39 Juta

BUMI Bayar Utang USD239,39 Juta
Jakarta, TAMBANG- PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) telah memproses utang pada pembayaran kelima sebesar USD19,85 juta. Pembayaran dilakukan melalui agen fasilitas pada 9 April 2019.   Jumlah ini mewakili pinjaman pokok sebesar pinjaman pokok sebesar USD11,11 juta dan bunga sebesar USD8,74 juta untuk Tranche A.   Dengan dilakukannya pembayaran triwulanan kelima ini, Perseroan telah membayar keseluruhan utang sebesar USD239,39 juta secara tunai. Terdiri atas pokok Tranche A sebesar USD145,48 juta dan bunga sebesar USD93,91 juta, termasuk bunga akrual dan bunga yang belum dibayar (back interest).   “Antara April 2019 hingga Januari 2020, BUMI berharap membayar tunai USD200 juta hingga USD250 juta untuk pokok dan kupon Tranche A,” ungkap Dileep Srivastava Director & Corporate Secretary Bumi Resources kepada tambang.co.id, Rabu (10/4) malam.   Pembayaran berikutnya atas Tranche A akan jatuh tempo pada Juli 2019. Sedangkan kupon PIK dari tanggal 11 April 2018 hingga 9 April 2019 atas Tranche B dan C juga sudah mulai dikapitalisasi.  

Artikel Terkait

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda