BUMA Australia Perpanjang Kontrak Tambang Goonyella Riverside

buma australia
Istimewa

Jakarta, TAMBANG BUMA Australia Pty Ltd (BUMA Australia), anak perusahaan PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), resmi memperoleh perpanjangan kontrak selama dua tahun dari BHP dan Mitsubishi Alliance (BMA) pada Senin 7 Juli 2025.

Perpanjangan ini mencakup layanan penyediaan jasa pertambangan di Tambang Goonyella Riverside (Goonyella), salah satu tambang batu bara metalurgi utama yang terletak di Bowen Basin, Central Queensland, Australia.

 Kontrak ini memperpanjang operasi BUMA Australia di Goonyella hingga September 2027. Berdasarkan kesepakatan tersebut, BUMA Australia akan terus mengerahkan tiga armada utamanya selama periode kontrak.

 CEO BUMA Australia, Johan Ballot menyatakan perpanjangan kontrak ini menegaskan hubungan jangka panjang kami dengan BMA serta kepercayaan kuat yang telah perusahaan bangun bersama mitra joint venture-nya.

“Perpanjangan ini menjadi tonggak penting lainnya dalam perjalanan kami untuk tumbuh dan memperkuat komitmen kami dalam memberikan hasil yang aman dan berkualitas tinggi, sekaligus semakin memantapkan reputasi kami sebagai penyedia jasa pertambangan terpercaya di Australia,” ujar Johan dalam keterangannya, dikutip Kamis (10/7).

 Sejak 2022, BUMA Australia telah menyediakan tenaga kerja, pengawasan, keahlian teknis, dan layanan alat berat untuk mendukung kegiatan pre-strip dan penambangan batu bara di Tambang Goonyella Riverside.

Selain menjalankan peran operasional, perusahaan juga terus menunjukkan komitmennya terhadap wilayah Isaac dengan menciptakan lapangan kerja lokal dan mendukung berbagai inisiatif utama masyarakat. Melalui beragam upaya ini, BUMA Australia terus memainkan peran penting dalam mendorong pengembangan komunitas dan pertumbuhan ekonomi regional.

“Kami tetap fokus mendukung operasional BMA sambil terus berkontribusi pada pengembangan ekonomi masyarakat setempat,” tambah Johan.

Perpanjangan kontrak di Goonyella semakin memperkuat rekam jejak solid BUMA Australia serta kehadirannya yang terus berkembang di sektor pertambangan Australia. Tahun lalu, BUMA Australia telah memperoleh sejumlah kontrak penting, termasuk kontrak dari Blackwater Operations Pty Ltd, anak perusahaan Whitehaven Coal Mining Limited, untuk layanan penambangan pre-strip di Tambang Blackwater, serta perpanjangan kontrak senilai AUD400 juta dengan TEC Coal Pty Ltd untuk melanjutkan operasional di Tambang Meandu.

Pencapaian ini mencerminkan fokus strategis Grup dalam memperkuat kehadirannya, sekaligus konsisten menghadirkan keunggulan operasional dan menerapkan standar keselamatan tertinggi.

Direktur BUMA International Group, Iwan Fuad Salim mengatakan, keberhasilan berkelanjutan BUMA Australia di sektor pertambangan Australia menegaskan keunggulan operasional Grup kami dan komitmen kuat terhadap bisnis jasa pertambangan inti kami di Indonesia dan Australia — dua yurisdiksi batu bara terkemuka di dunia.

“Perpanjangan kontrak dengan BMA ini mencerminkan kapabilitas dan kinerja kami sebagai operator pertambangan terkemuka di kedua negara. Kami berharap dapat mempertahankan momentum ini dan terus mengejar peluang pertumbuhan ke depan,” ujar Iwan.

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin