Bukit Asam Raih Proper Emas Ke-5

Bukit Asam Raih Proper Emas Ke-5
Direktur Utama PT. Bukit Asam Tbk, Arviyan Arifin, saat menerima penghargaan Proper Emas yang diserahkan Wakil Presiden Jusuf Kalla, di Istana Wakil Presiden, Minggu (17/12)
Jakarta, TAMBANG – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) kembali mempertahankan prestasi Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan peringkat Emas (Proper Emas) untuk kelima kali sejak tahun 2013.   Penghargaan yang diraih dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) ini, membuktikan Bukit Asam  memiliki tata kelola lingkungan dan hubungan stakeholder yang baik. Tak hanya itu, Bukit Asam juga menerapkan manajemen lingkungan dan berbagai program penggunaan sumber energi yang efisien dan ramah lingkungan.   “Berbagai aspek penilaian dilakukan untuk mendapat Proper Emas, antara lain sistem manajemen lingkungan, efisiensi energi, konservasi air, pengurangan emisi, perlindungan keanekaragaman hayati, 3R limbah B3 dan limbah padat Non B3, serta pemberdayaan masyarakat,” kata Suherman, Corporate Secretary PT Bukit Asam Tbk terkait Penghargaan Proper Emas tersebut diberikan langsung oleh Wakil Presiden HM Jusuf Kalla, seperti dikutip dari keterangan resmi, Senin (18/12).   Dalam mempertahankan prestasi Proper Emas selama 5 tahuni, Bukit Asam terus meningkatkan inovasi dan kreativitas serta mendapatkan dukungan penuh dari manajemen dan stakeholder. Berbagai program CSR dan kegiatan lingkungan terus dilakukan oleh Bukit Asam untuk menciptakan nilai tambah bagi masyarakat serta lingkungan, dan menerapkan visi Bukit Asam untuk menjadi Perusahaan Energi Kelas Dunia yang Peduli Lingkungan.   Pada program pemberdayaan masyarakat, Bukit Asam menjalankan komitmennya untuk dapat terus berkontribusi untuk masyarakat sekitar. Berbagai program CSR dilakukan oleh Bukit Asam, yaitu pemberian batuan beasiswa Bidiksiba untuk siswa berprestasi di sekitar perusahaan, Desa Mandiri Bara Lestari, dan Rumah Kopi Desa Pelakat.   Bukit Asam juga melakukan inovasi dengan mengubah Kolam Pengendap Lumpur untuk budidaya perikanan air tawar. Tak hanya itu, Bukit Asam juga mendirikan Rumah Songket Bukit Asam di Lawang Kidul, Muara Enim. Melalui Rumah Songket Bukit Asam dan Kolam Pengenap Lumpur untuk perikanan,   “Bukit Asam menerapkan komitmen untuk melakukan pemberdayaan masyarakat sekitar, sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi untuk masyarakat,” pungkas Suherman.  

Artikel Terkait

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda