Bukit Asam Akan Akuisisi Perusahaan Jasa Pertambangan

Bukit Asam Akan Akuisisi Perusahaan Jasa Pertambangan

Jakarta - Laba penambangan batu bara terus tergerus akibat harga jual yang rendah. Mengatasi hal ini, strategi efisiensi yang ditempuh PT Bukit Asam (Persero), Tbk adalah melalui akuisisi perusahaan jasa pertambangan. Langkah tersebut diharap bisa meningkatkan sinergi usaha serta menekan ongkos produksi.

"Akuisisi ini merupakan bagian dari strategi terkonsolidasi dari perusahaan untuk proses efisiensi, baik dalam menekan biaya operasional sekaligus sinergi dengan anak usaha ataupun cucu perusahaan," ungkap Joko Pramono, Sekretaris Perusahaan Bukit Asam, di Jakarta, Rabu (10/12).

BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode PTBA ini akan melakukan akuisisi perusahaan jasa tambang lewat anak usahanya, yaitu PT Bukit Multi Investama. Anak usaha yang baru didirikan bulan September lalu itu memang disiapkan untuk diversfikasi usaha.

Joko untuk saat ini masih enggan untuk menyebut nilai transaksi dan nama perusahaan kontraktor tambang mineral dan batu bara yang akan diakuisisi. Menurutnya, saat ini proses akuisisi sedang dalam proses finalisasi syarat dan ketentuan, dan bisa tuntas dalam waktu dekat.

Dengan kepemilikan atas perusahaan jasa pertambangan ini, nantinya PTBA akan bisa mengendalikan biaya operasional serta peningkatan elektrifikasi peralatan tambang. Langkah efisiensi lain juga akan ditempuh lewat optimalisasi pemasaran beragam produk batu bara PTBA, dari yang berkalori tinggi hingga berkalori rendah, sampai pada produk briket batu bara.

Diversifikasi usaha PTBA sudah dilakukan di sektor perdagangan umum, jasa, percetakan, pembangunan, perindustrian, pengangkutan darat, perkebunan dan pertanian, serta pengelolaan properti. Meskipun sudah sedemikan lebar sayap yang dibentangkan PTBA, namun Joko menegaskan haluan bisnis manajemen tidak berubah.

PTBA pun belum akan merambah usaha pertambangan mineral, meskipun kontraktor tambang yang akan diakuisisi juga menggarap sektor mineral. "Kami belum ada rencana untuk diversifikasi usaha ke tambang mineral," tegasnya.

Untuk usaha pembangkitan listrik yang mampu menopang operasionalnya sendiri, PTBA sudah memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 3x10 MW dan 2x8 MW. Bahkan dari energi baru terbarukan pun PTBA sudah memiliki pembangkit listrik biomassa berkapasitas 1,5 MW, dari akuisisi perusahaan sawit PT Bumi Sawindo Permai.

Artikel Terkait

Astrindo-Humpuss Tandatangani MoU Strategis Pengembangan Proyek Energi dan Infrastruktur Industri

Astrindo-Humpuss Tandatangani MoU Strategis Pengembangan Proyek Energi dan Infrastruktur Industri

Jakarta, TAMBANG - PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (“Astrindo” atau “Perseroan”, atau “BIPI”), perusahaan investasi yang berfokus pada infrastruktur energi terintegrasi, terus melanjutkan transformasi strategis bisnisnya melalui penguatan portofolio investasi yang berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan dan pengembangan sektor energi masa depan. Perseroan dan PT Humpuss (“Humpuss”) telah menandatangani Nota Kesepahaman

By Rian Wahyuddin
Program GENERASI Trakindo, Siswa Olah Bawang Dayak Jadi Minuman Herbal

Program GENERASI Trakindo, Siswa Olah Bawang Dayak Jadi Minuman Herbal

Jakarta, TAMBANG – Program Gerakan Transformasi Edukasi (GENERASI) yang dijalankan Trakindo mendorong siswa untuk lebih aktif melakukan eksplorasi dan pembelajaran berbasis tantangan. Melalui pendekatan tersebut, para siswa SDN 4 Ketapang berhasil mengolah tanaman bawang Dayak menjadi minuman herbal bernilai manfaat. Inovasi tersebut bermula dari upaya pemanfaatan lahan bekas kebakaran di lingkungan

By Rian Wahyuddin