BPH Migas Usul Subsidi BBM Tidak Lebih Dari Dua Ribu

BPH Migas Usul Subsidi BBM Tidak Lebih Dari Dua Ribu

Jakarta-TAMBANG. Sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah untuk menetapkan subsidi tetap bahan bakar minyak (BBM), Kepala Badan Pengatur Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Andy Noorsaman Sommeng mengusulkan besaran subsidi tetap berkisar Rp1.500 – Rp2.000 per liter.

"Usulan kami antara Rp1.500-Rp2.000 per liter," ungkap Andy, di Kantor Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jakarta, Rabu (17/12).

Andy mengatakan, langkah ini akan dikaji bila terjadi kelebihan kuota BBM bersubsidi milik Pertamina. Meski begitu, lanjutnya, usulan tersebut sudah dalam tahap penggodokan di Kementerian Keuangan.

"Saat ini kami masih nunggu. Masih dibicarakan di Kementerian keuangan," tuturnya.

Sementara Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro mengatakan pemerintah akan menerapkan subsidi tetap masuk ke dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2015.

"Kami harus hitung berapa besaran subsidinya, tentu terkait dengan harga minyak. Kami tidak ingin fix subsidi malah tidak produktif," ujarnya.

Menurut Bambang, salah satu tujuan penerapan subsidi tetap yaitu agar anggaran negara tidak lagi terbebani belanja subsidi yang dinilai terlalu besar. Dengan begitu akan ada ruang fiskal dan sisa anggaran yang dapat digunakan untuk kegiatan produktif.

"Kami harus punya sistem dalam anggaran di mana tidak ada belanja yang menyandera APBN. Dengan subsidi harga terbuka, maka APBN kita dari tahun ke tahun selalu tersendat oleh subsisi BBM yang besarnya tidak bisa dikendalikan," jelasnya.

Dalam kesempatan berbeda, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Sofyan Djalil mengakui jika saat ini pemerintah tengah mengkaji skema tersebut. Bahkan, ia menjabarkan selain menggodok kajian itu, pemerintah juga tengah membahas Jakartalan keluar yang terbaik dalam memperbaiki kebijakan subsidi BBM.

"Kami sedang pikirkan jalan jelasnya. Ada beberapa opsi, salah satu opsinya subsidi tetap. Opsi lain itu nanti lah," ujar Sofyan. Selain itu, ia menjabarkan, ada beberapa aspek yang masuk pertimbangan seperti besaran penghematan yang bisa dilakukan antara lain penyaluran anggaran APBN untuk pembangunan infrastruktur atau sektor produktif lain yang tentunya tidak berdampak negatif terhadap masyarakat.

Sofyan menargetkan, paling lambat di awal 2015, pemerintah sudah bisa memutuskan skema mana yang tepat untuk masalah subsidi BBM.

Artikel Terkait

DSI Lengkapi Jajaran Komisaris dan Direksi, Jalankan Mandat Ekspor SDA Strategis

DSI Lengkapi Jajaran Komisaris dan Direksi, Jalankan Mandat Ekspor SDA Strategis

Jakarta, TAMBANG – PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI kini memiliki jajaran Komisaris dan Direksi lengkap untuk mendukung pelaksanaan mandatnya dalam tata kelola ekspor komoditas strategis Indonesia. Dewan Komisaris DSI dipimpin Komisaris Utama Cipung Noer, bersama Tony Wenas, Prof. Mari Elka Pangestu, dan Harold Tjiptadjaja sebagai Komisaris. Jajaran tersebut memiliki

By Rian Wahyuddin
DSI Petakan Ekspor USD14 Miliar, Potensi Optimalisasi Nilai Capai USD5 Miliar

DSI Petakan Ekspor USD14 Miliar, Potensi Optimalisasi Nilai Capai USD5 Miliar

Jakarta, TAMBANG – PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI mengumumkan kesiapan operasional dalam menjalankan mandat pengelolaan ekspor komoditas strategis Indonesia. Dalam waktu sedikit lebih dari dua bulan, DSI telah membangun visibilitas analitis terhadap sekitar 6.500 deklarasi ekspor dengan nilai lebih dari USD14 miliar. DSI dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP)

By Rian Wahyuddin
SDM Unggul Jadi Kunci Hilirisasi dan Masa Depan Industri Minerba Menuju Indonesia Emas 2045

SDM Unggul Jadi Kunci Hilirisasi dan Masa Depan Industri Minerba Menuju Indonesia Emas 2045

Yogyakarta, TAMBANG – Penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu kunci utama dalam mendorong transformasi industri mineral dan batubara (minerba) menuju Indonesia Emas 2045. Hilirisasi, digitalisasi, transisi energi, dan tuntutan keberlanjutan membutuhkan tenaga profesional dengan kompetensi yang semakin beragam. Hal tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional bertajuk “Mempersiapkan SDM Unggul, Inovatif,

By Rian Wahyuddin