BPH Migas Upayakan Tarif Gas Bumi Murah

BPH Migas Upayakan Tarif Gas Bumi Murah
Kepala BPH Migas, Fanshurullah Asa seusai menggelar agenda Public Hearing atau dengar pendapat di Hotel Santika, Tangerang, Kamis (8/2).
Jakarta, TAMBANG – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengupayakan harga gas bumi untuk industri semakin murah. Hal ini menyusul banyaknya keluhan soal harga biaya produksi di kalangan pelaku industri.   “Kami melakukan penyesuaian antara Permen (Peraturan Menteri) ESDM No. 58 tahun 2017 dengan Permen ESDM No. 4 Tahun 2018,” ungkap Kepala BPH Migas, Fanshurullah Asa seusai menggelar agenda Public Hearing atau dengar pendapat di Hotel Santika, Tangerang, Kamis (8/2).   Permen No. 4/2018 tentang Pengusahaan Gas Bumi telah diberlakukan sejak 25 Januari di Kementerian ESDM. Diterbitkannya Permen tersebut bertujuan untuk mempermudah dunia usaha, sehingga perekonomian di Indonesia bisa membaik.   Selain itu, Public Hearing ini juga menghasilkan revisi atau penyempurnaan terhadap Peraturan BPH Migas No. 8 Tahun 2013. Adapun poin-poin revisi yaitu, pertama, pemberlakuan skema penetapan tarif baru. Skema baru ini terdiri dari Capacity Charge untuk jaminan investasi infrastruktur dan commodity charge untuk jasa pengangkutan gas yang dialirkan melalui pipa.   Dengan begitu, harga gas bumi bisa lebih terjangkau, sebab sejauh ini, faktor utama mahalnya gas bumi di Indonesia ialah soal minimnya infrastruktur.   Kedua, pengaturan rasio modal yang berasal dari ekuitas dan pinjaman. Pembatasan presentase ekuitas di angka maksimum 70 persen.   Ketiga, BPH Migas terlibat sejak awal dalam pengerjaan Engineering, Procurement and Construction (EPC) proyek pembangunan pipa transmisi dan distribusi gas.   Keempat, penentuan Weighted Average Cost of Capital (WACC) dengan menggunakan parameter pasar domestik yang lebih familiar dan dapat diterima oleh publik.   Untuk diketahui, agenda dengar pendapat ini dipimpin langsung oleh Komite BPH Migas, diantaranya: Saryono Hadiwidjoyo, Hari Pratoyo, dan Jugi Prajogio serta dihadiri stakeholder lainnya. (muflihun hidayat)    

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin