BPH Migas: Tidak Ada Kelangkaan BBM Selama Libur Lebaran

BPH Migas: Tidak Ada Kelangkaan BBM Selama Libur Lebaran
Kepala BPH Migas, Fansurullah Asa saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi VII DPR RI, Selasa (28/8).
Jakarta, TAMBANG- Posko Nasional Sektor ESDM Hari Raya Idul Fitri 1440 H telah berakhir. Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak Dan Gas Bumi (BPH Migas) M Fanshurullah Asa mengungkapkan, ketersediaan BBM selama masa Posko Nasional ESDM dalam kondisi normal.   “Kondisi ketersediaan stok BBM selama masa Posko Nasional ESDM adalah normal dan tidak terjadi kelangkaan BBM selama masa Posko,” ungkap Fanshurullah dalam konferensi persnya Rabu (19/6).   Secara umum rata-rata penyaluran gasoline selama masa Posko ESDM naik sekitar 9.29 persen dibanding penyaluran normal selama masa posko 2019.   Fanshurullah menambahkan, rerata penyaluran Gasoil keseluruhan termasuk transportasi dan industri selama masa Posko ESDM turun 14,36 persen dibanding rerata penyaluran normal selama masa posko 2019, dan selama masa Posko Nasional turun 27,46 persen apabila dibanding rerata penyaluran normal, serta turun 1,27 persen apabila dibandingkan dengan penyaluran tahun 2018 selama masa Posko ESDM.   “Gasoil khusus transportasi selama masa Posko ESDM turun 17,23 persen dibanding rerata penyaluran normal, dan selama masa Posko Nasional turun 34,68 persen dibanding rerata penyaluran normal, serta naik 2,2 persen dibandingkan dengan penyaluran tahun 2018 selama masa Posko ESDM,” tambah Fanshurullah.   Untuk Premium RON 88 Fanshurullah mengatakan, selama masa Posko ESDM naik sekitar 8,15 persen dibanding rerata penyaluran normal, dan selama masa Posko Nasional naik 9,11 persen. Pertalite RON 90 selama masa Posko ESDM naik sekitar 8,91 persen dibanding rerata penyaluran normal dan selama masa Posko Nasional naik 16,26 persen.   Sedangkan Pertamax selama masa Posko ESDM naik sekitar 14,30 persen dibanding rerata penyaluran normal, dan selama masa Posko Nasional naik 27,38 persen, Pertamax Turbo RON 98 naik sekitar 10,76 persen selama masa Posko ESDM dibanding rerata penyaluran normal, dan selama masa Posko Nasional naik 12,37 persen. Khusus untuk solar dan Avtur tercatat, Solar keseluruhan termasuk transportasi dan industri selama masa Posko ESDM turun sekitar 14,27 persen , dan selama masa Posko Nasional turun 27,62 persen dibanding rerata penyaluran normal.   “Sedangkan Avtur selama masa Posko ESDM naik sekitar 7,85 persen dibanding rerata penyaluran normal, dan selama masa Posko Nasional naik 10,84 persen, serta turun sekitar 14,22 persen dibandingkan dengan penyaluran tahun 2018 selama masa Posko ESDM,” jelas Fanshurullah.   Sedangkan dari sektor kelistrikan nasional secara umum berada pada kondisi pasokan listrik aman. Kondisi beban puncak sistem ketenagalistrikan pengusahaan PLN di wilayah Jawa-Bali, Sumatera. dan Indonesia Timur pada hari Raya Idul Fitri 5-6 Juni 2019 mengalami penurunan sebesar 30 persen sampai 43 persen, untuk Jawa-Bali berkurang sekitar 33 persen jika dibandingkan dengan beban puncak malam tanggal 20 Mei 2019 (beban puncak tertinggi pada periode posko nasional KESDM tahun 2019).   Kondisi konsumsi energi listrik sistem Jawa Bali pengusahaan PLN pada Hari Raya Idul Fitri 5-6 Juni 2019 mengalami penurunan sebesar 39,72 persen jika dibandingkan dengan konsumsi energi listrik tanggal 21 Mei 2019 (konsumsi energi listrik tertinggi pada periode posko nasional KESDM s.d 17 Juni 2019). Kondisi ini selaras dengan penurunan beban puncak pada Hari Raya Idul Fitri.   Apabila konsumsi energi listrik sistem Jawa Bali pengusahaan PLN pada Hari Raya Idul Fitri dibandingkan dengan tahun 2018, maka konsumsi energi listrik mengalami peningkatan sebesar 38.550 MWh atau sekitar 0,63 persen.

Artikel Terkait

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda