BPH Migas Rangkul Muhammadiyah Salurkan BBM Satu Harga

BPH Migas Rangkul Muhammadiyah Salurkan BBM Satu Harga
BPH Migas merangkul organisasi keagamaan Muhammadiyah untuk menyalurkan BBM Satu Harga, Selasa (6/3)
Jakarta, TAMBANG – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) merangkul organisasi keagamaan Muhammadiyah untuk menyalurkan BBM Satu Harga. Rencananya, kerjasama ini akan melibatkan seluruh pesantren dan kampus milik Muhammadiyah.   “Ada 173 kampus Muhammadiyah yang tersebar di seluruh Indonesia, belum lagi pesantren dan lembaga pendidikan lainnya. Mereka kita ajak bersama membangun penyalur atau sub penyalur di daerah-daerah,” Ungkap Kepala BPH Migas, Fanshurullah Asa kepada tambang.co.id, Selasa (6/2).   Sejauh ini, kampus Muhammadiyah punya mahasiswa sebanyak 600 ribu orang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Tentu, kalangan terpelajar sebanyak itu bisa dimanfaatkan untuk membantu pemerintah, dalam hal ini mengupayakan keadilan BBM.   “Semangatnya masih sama, memenuhi kesejehteraan rakyat,” sambung Fanshurullah.   Terkait teknis kerjasama, BPH Migas akan membuat skema khsusus untuk Muhammadiyah. Berbeda dengan badan usaha yang polannya Business to Business (B to B), Kali ini polanya kemasyarakatan.   “Polanya beda, bukan B to B, tapi pola CSR (Corporate Social Responsibility),” Ungkap Fanshurullah.   Hal senada disampaikan oleh Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Suyatno mengatakan, pihaknya akan melakukan survey kajian lokasi yang akan dibangun penyalur dan sub penyalur.   Kemudian hasil survey akan disampaikan ke Pertamina atau AKR Corporindo selaku petugas penyediaan BBM. Bahkan lebih jauhnya lagi, Muhammadiyah juga akan ikut investasi membangun sub penyalur.   “Sebelumnya kita bisa bangun 350 klinik tanpa bantuan APBN. Jadi sangat memungkinkan kita ikut dirikan sub penyalur,” ujar Suyatno.

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin