BPH Migas Minta Tambah Anggaran BBM Satu Harga

BPH Migas Minta Tambah Anggaran BBM Satu Harga

Jakarta, TAMBANG – Badan Pengatur Hilir Minyak Dan Gas Bumi (BPH Migas) meminta tambahan alokasi anggaran untuk memperlancarkan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga.

Pasalnya, BPH Migas hanya menerima anggaran sekitar Rp200 miliar. Padahal, dari sisi setoran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), BPH Migas berkontribusi hingga Rp1,3 triliun.

“Dari yang kami dapatkan Rp1,3 triliun, yang dipakai BPH Migas sekarang sampai Rp200 miliar, tahun depan Rp247 miliar. Artinya masih ada Rp1 triliun yang belum terpakai untuk kepentingan hilir migas,” tutur Kepala BPH Migas, Fansurullah Asa saat ditemui dalam agenda coffee morning di Jakarta, Kamis (15/8).

Menurutnya, dari sisa PNBP Rp1 triliun itu, diusulkan supaya digunakan untuk mendirikan Stasiun Pengisian BBM Umum skala kecil alias SPBU mini di daerah terpencil. Sejauh ini, masih ada sekitar 1282 kecamatan terpencil di Indonesia yang belum tersentuh program BBM satu harga.

Berdasarkan catatan BPH Migas, program BBM satu harga tahun ini ditarget merambah daerah terpencil hingga 170 titik. Sampai periode 2024, jumlahnya ditambah sekitar 350 titik. Jadi, hingga akhir masa jabatan pemerintahan diperkirakan BBM satu harga hanya menyentuh 520 titik.

“Kecamatan terpencil yang belum ada penyalurnya, ini bagaimana. Ini bisa menggunakan PNBP itu tadi. balikkan saja untuk membangun penyalur di kawasan terpencil,” ujar Fansurullah.

Seandainya sisa PNBP itu, digunakan untuk memperluas target jangkauan BBM satu harga, maka estimasi biaya tambahan yang dibutuhkan berada di kisaran Rp350 miliar.

“Saya sudah hitung dari 1282 kecamatan ini, kita bangun dengan kita kasih penyalurnya, infrastrukturnya kita kasih, kurang lebih habisnya Rp 350 miliar saja,” jelas Fanshurullah.

Untuk diketahui, biaya yang diperlukan untuk membangun SPBU mini berkisar antara Rp 100-200 juta, bahkan investasinya bisa ditekan hingga puluhan juta. Ini berbeda dengan SPBU besar pada umumnya yang menelan biaya investasi sampai miliaran rupiah.

Sebagai informasi, PNBP tersebur diperoleh dari iuran badan usaha yang bernaung di bawah pengawasan BPH Migas. Awalnya, setoran PNBP tahun ini direncanakan mencapai Rp1,6 triliun. Akan tetapi, nilai tersebut dikoreksi menjadi Rp1,3 triliun lantaran Pemerintah menerbitkan ketentuan baru.

Adapun ketentuan yang dimaksud, yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2019 tentang besaran iuran dan penggunaannya dalam kegiatan usaha penyediaan BBM serta pengangkutan gas.

Dalam beleid baru itu, ada sejumlah perubahan. Di antaranya penurunan tarif iuran, denda berdenda sebesar 2 persen, konversi kurs tengah Bank Indonesia, pembayaran iuran bulanan berdasarkan self assesment, kewajiban laporan triwulan keuangan, dan sebagainya.

Kalau dikalkulasi secara keseluruhan, iuran kepada BPH Migas yang natinya disetorkan ke negara dalam bentuk PNBP, jadi berkurang sekitar 16 persen.

“Iuran pengusaha yang diterima BPH Migas turun 16 persen menjadi Rp 1,3 triliun, harusnya Rp 1,6 triliun,” pungkas Fansurullah.

Artikel Terkait

KPP MINING Raih Penghargaan Internasional Berkat Transformasi Digital Berbasis Change Management

KPP MINING Raih Penghargaan Internasional Berkat Transformasi Digital Berbasis Change Management

London, TAMBANG – PT Kalimantan Prima Persada (KPP MINING) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Perusahaan jasa pertambangan ini meraih penghargaan Bronze dalam ajang AMEC Global Communication Effectiveness Awards 2026 melalui penerapan komunikasi strategis dalam mendukung transformasi digital perusahaan. Penghargaan tersebut diberikan pada kategori Best Use of Measurement for Internal Communications

By Rian Wahyuddin
Jurnalis Majalah TAMBANG Raih Penghargaan Minerba Educreative Competition 2026 Kategori Lomba Jurnalistik

Jurnalis Majalah TAMBANG Raih Penghargaan Minerba Educreative Competition 2026 Kategori Lomba Jurnalistik

Jakarta, TAMBANG – Jurnalis Majalah TAMBANG, Rian Wahyudin, meraih penghargaan dalam ajang Apresiasi Minerba 2026 pada kategori Lomba Karya Jurnalistik untuk Wartawan. Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara sebagai bentuk apresiasi terhadap karya jurnalistik yang mengangkat subsektor mineral dan batu

By Fahmi Adam
Tegaskan Komitmen Kepatuhan, PTBA Raih Penghargaan PNBP dari Kementerian ESDM dalam Minerba Convex 2026

Tegaskan Komitmen Kepatuhan, PTBA Raih Penghargaan PNBP dari Kementerian ESDM dalam Minerba Convex 2026

Jakarta, TAMBANG — PT Bukit Asam (Persero) Tbk atau PTBA kembali menunjukkan capaian positif atas komitmennya terhadap kepatuhan pelaksanaan peraturan negara. Capaian ini diraih melalui penghargaan pada kategori Kepatuhan Pembayaran PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) Pemanfaatan Sumber Daya Alam yang diselenggarakan oleh Kementerian ESDM dalam acara Mineral & Batubara Convention - Expo

By Rian Wahyuddin
Minerba Convex 2026 Ditutup, Ditjen Minerba Apresiasi Kinerja Badan Usaha dan Umumkan Pemenang Educreative Competition

Minerba Convex 2026 Ditutup, Ditjen Minerba Apresiasi Kinerja Badan Usaha dan Umumkan Pemenang Educreative Competition

Jakarta, TAMBANG – Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan 42 Apresiasi Minerba 2026 kepada badan usaha pertambangan serta insan ESDM yang berkontribusi dalam pengelolaan pertambangan dan penanganan bencana. Penghargaan tersebut disampaikan pada penutupan Minerba Convex 2026 di JIExpo, Jakarta, Selasa (3/11)

By Rian Wahyuddin