BPH Migas Curhat Ke Kapolri Soal BBM Satu Harga

BPH Migas Curhat Ke Kapolri Soal BBM Satu Harga
Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak Dan Gas (BPH Migas), Fanshurullah Asa menemui Kapolri Jendral Tito Karnavian , Jumat (5/1).
Jakarta, TAMBANG – Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak Dan Gas (BPH Migas), Fanshurullah Asa menemui Kapolri Jendral Tito Karnavian terkait kendala-kendala yang dihadapi dalam distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga, di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (5/1).   “BPH Migas memiliki tugas untuk mengawasi distribusi BBM Satu Harga. Tapi jika ada penyelewengan dalam prakteknya, kami tidak memiliki kewenangan menyidik dan menindak,” Tegas Fanshurullah Asa didampingi Jendral Tito Karnavian di Mabes Polri.   Tujuan kebijakan BBM Satu Harga tidak hanya untuk menciptakan keadilan harga bagi seluruh rakyat Indonesia, lanjut Fanshurullah, tetapi juga keadilan ketersediaan dan distribusi.   “Kami hanya bisa mengawasi (penyaluran BBM) sampai ke SPBU, oleh karena itu kami memerlukan bantuan Polri agar distribusi terjamin sampai ke masyarakat kecil,” ucap Fanshurullah.   Hal tersebut disambut baik oleh Jendral Tito Karnavian. Pihaknya akan mencegah munculnya oknum-oknum yang memborong BBM Subsidi dan menjualnya ke masyarakat kecil dengan harga tinggi   “Kami akan membentuk Satgas (Satuan Tugas) Pengawasan BBM Satu Harga. Kami sedang rancang nota kesepahaman mulai dari pencegahan hingga penindakan hukum apabila ditemukan penyelewengan,” kata Tito Karnavian.   Nota kesepahaman akan berbentuk (Memorandum of Understanding) MoU antara BPH Migas dengan Polri yang akan membagi tugas masing-masing lembaga. “MoU ini bagian dari kerjasama kelembagaan,” tutup Tito.  

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin