BP Siap Kirim LNG Ke Papua

BP Siap Kirim LNG Ke Papua

Jakarta-TAMBANG. Upaya memerangi krisis listrik di Kabupaten Bintuni, Manowari, dan Fak-Fak di Papua Barat, BP Indonesia sudah mengalokasikan 20 juta kaki kubik gas per hari dari kilang LNG Tangguh Train III untuk kebutuhan pembangkit listrik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Country Manager BP Indonesia, Dharmawan Syamsu mengatakan untuk memperlancar kiriman, BP kelak akan membangun pelabuhan di dekat kilang LNG Tangguh Train III. Pelabuhan ini kelak bisa disinggahi kapal tangker skala kecil dengan panjang 500 meter.

"Kapal itu mengangkut LNG ke Papua Barat," ujar dia saat rapat dengar pendapat dengan Komisi II, DPR RI, Rabu (11/2). Kiriman LNG ini akan digunakan untuk sebagai sumber energibagi pembangkit listrik yang akan dibangun PLN di Bintuni dan Manokwari.

Sekitar 40% produksi kilang Tangguh Train III atau sebanyak 3,8 juta ton setahun dialokasikan untuk pasar domestik. Namun, pemerintah harus memperbanyak fasilitas LNG storage and regasifiation di daerah-daerah.

Pasalnya, saat ini, hanya ada tiga infrastruktur LNG di Indonesia. Pertama, floating storage and regasification atau FSRU milik PT Nusantara Regas di Jawa Barat. Kedua, FSRU Lampung milik Perusahaan Gas Negara dan ketiga, regasification terminal Arun Pertamina di Aceh. Minimnya infrastruktur ini yang membuat BP sulit memasok LNG ke pasar lokal.

Saat ini, proyek kilang LNG Tangguh Train III masih dalam tahapan front end engineering design. Pekerjaan ini dilakukan dua konsorsium perusahaan. Yakni konsorsium Tripatra dan konsorsium Rekayasa Industri.

Hanya saja, untuk mengupayakan hal itu, BP meminta Pemda Papua membentuk perusahaan milik daerah (BUMD) yang akan menampung kiriman LNG dari kilang Train III Tangguh yang ditargetkan akan beroperasi di 2020.

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin