BIPI dan PT Energi Mega Persada,Tbk Tandatangani MoU Terkait Pasokan Gas

BIPI dan PT Energi Mega Persada,Tbk Tandatangani MoU Terkait Pasokan Gas
Salah satu fasilitas PT Astrindo Nusantara Infrastruktur,Tbk (astrindo” atau ‘BIPI”)

Jakarta,TAMBANG,- Satu lagi langkah ekspansi dilakukan perusahaan energi PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (“Astrindo” atau ‘BIPI”). Perusahaan investasi yang berfokus pada infrastruktur energi terintegrasi ini telah menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan PT Energi Mega Persada Tbk (“EMP”). Kedua perusahaan ini sepakat untuk menggali peluang kolaborasi strategis terkait penyediaan, distribusi, dan pemanfaatan gas bumi. Diharapkan kerja sama di bidang energi ini akan memberikan nilai bersama kepada kedua belah pihak.

Dijelaskan pula bahwa Penandatanganan MoU ini merupakan langkah awal bagi kedua perusahaan untuk mengeksplor sinergi lebih lanjut dalam pemanfaatan pasokan gas bumi yang dikelola oleh EMP. Dibawah kerja sama prospektif ini, Astrindo dapat mengamankan pasokan gas bumi untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku produksi Liquefied Natural Gas (LNG).

Perusahaan selama ini telah memiliki fasilitas Mini LNG Plant yang dioperasikan oleh anak perusahaan Perseroan. Ini termasuk fasilitas yang berlokasi di Wunut, Kabupaten Sidoarjo, dengan potensi pengembangan di masa depan di lokasi lain seperti Batam dan Aceh.

Presiden Direktur Astrindo, Ray Anthony Gerungan menjelaskan kolaborasi ini mencerminkan strategi berkelanjutan Perseroan untuk memperkuat dan memperluas portofolio bisnis energinya. Kali ini secara khusus dalam memajukan pengembangan rantai nilai gas bumi dan LNG.

“Inisiatif ini menandai langkah strategis penting bagi Astrindo dalam melanjutkan integrasi dan ekspansi ekosistem LNG kami untuk mencapai kapasitas harian 100 MMSCFD dalam 5 tahun ke depan, menjadikan LNG sebagai penggerak utama pendapatan menggantikan batu bara,” ungkap Ray.

Ia juga menambahkan bahwa MoU yang sebelumnya ditandatangani antara Astrindo dengan salah satu mitra entitas anak Perusahaan EMP merupakan awal dari hubungan yang terus berkembang dengan EMP. MoU ini menegaskan potensi bisnis gas baru Astrindo dan memberikan keyakinan bagi Perseroan untuk secara agresif mengembangkan lebih banyak fasilitas LNG. Apalagi lewat kemitraan ini, perusahaan mendapat jaminan pasokan gas dari sumber daya gas EMP yang sangat besar di berbagai wilayah Indonesia.

Manajemen Astrindo menyampaikan apresiasi atas dukungan dari EMP di bawah arahan pemegang saham baru BIPI, Kelompok Usaha Bakrie.

Sinergi yang muncul dari kerja sama ini diharapkan dapat semakin memperkuat posisi Astrindo dalam pengembangan infrastruktur energi berbasis gas bumi. Melalui inisiatif ini, Perseroan berupaya mengeksplorasi peluang untuk mengintegrasikan sumber pasokan gas hulu dengan fasilitas pengolahan LNG skala kecil dan jaringan distribusi energi hilir, memungkinkan pengiriman energi yang lebih efisien dan andal ke industri, komersial, dan pengguna akhir lainnya.

Astrindo memandang penandatanganan MoU ini sebagai fondasi awal yang penting untuk potensi kolaborasi strategis jangka panjang di sektor gas alam. Ke depan, kemitraan ini diharapkan dapat mendukung pengembangan rantai nilai gas yang lebih terintegrasi dan berkontribusi pada perluasan industri gas bumi Indonesia. Di sisi lain dapat memainkan peran yang berarti dalam meningkatkan ketahanan energi nasional melalui peningkatan pemanfaatan sumber daya energi yang lebih bersih.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin