BIM Uji Teknologi Ekstraksi LTJ, Pilot Project Segera Dibangun di Sulawesi

BIM Uji Teknologi Ekstraksi LTJ, Pilot Project Segera Dibangun di Sulawesi
Ilustrasi.

Jakarta, TAMBANG – Pengembangan logam tanah jarang (LTJ) di Indonesia mulai memasuki tahap pengujian teknologi ekstraksi. Badan Industri Mineral (BIM) saat ini menjalankan kegiatan eksplorasi di sejumlah lokasi sekaligus menguji teknologi yang dinilai paling sesuai untuk dikembangkan di dalam negeri.

Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Sistem & Tata Kelola Badan Industri Mineral (BIM), Julian Ambassadur Shiddiq usai menghadiri CPI Forum 2026, di Jakarta, Kamis (17/9/2026). Ia mengatakan, saat ini terdapat sekitar 10 lokasi yang tengah menjalani kegiatan eksplorasi LTJ.

“Yang jelas kita saat ini sedang eksplorasi. Ada beberapa lokasi, sekitar 10 lokasi yang sekarang sedang berjalan,” ujar Julian kepada TAMBANG, dikutip Jumat (18/9).

Selain eksplorasi, BIM juga tengah melakukan proof of concept (PoC) terhadap sejumlah teknologi yang akan digunakan untuk mengekstraksi LTJ. Menurut Julian, pengujian tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan sejumlah negara.

“Ada sekitar 21 atau 23 negara yang sekarang sedang bekerja sama dengan kita untuk melihat teknologinya, mana yang paling feasible untuk dikembangkan di Indonesia,” jelasnya.

Julian menyebut, tahap selanjutnya adalah pembangunan fasilitas percontohan atau pilot project untuk menguji teknologi ekstraksi secara lebih konkret. Rencana awal pembangunan pilot tersebut berada di Mamuju, Sulawesi Barat.

Namun, lokasi pembangunan masih dalam evaluasi dengan mempertimbangkan aspek keamanan. BIM juga membuka kemungkinan untuk menggeser lokasi pilot ke wilayah yang lebih dekat dengan perguruan tinggi apabila kondisi di Mamuju dinilai kurang mendukung.

“Dalam waktu dekat kita juga akan bangun pilot di Sulawesi. Jadi nanti akan kita lihat, apakah tetap di Mamuju atau kita geser ke universitas terdekat,” katanya.

Bahan Baku dari Wilayah IUP

Terkait sumber bahan baku, Julian menjelaskan bahwa material yang akan digunakan dalam pengembangan LTJ berasal dari wilayah izin usaha pertambangan (IUP) yang dimiliki BIM. Sementara itu, kegiatan eksplorasi yang dilakukan PT Perminas menjadi salah satu sumber bahan baku yang tengah dipersiapkan.

“Intinya IUP-nya punya kita, bahan bakunya dari Perminas,” ungkap Julian.

Ia menjelaskan, saat ini wilayah yang telah dikelola Perminas mencapai sekitar 7.000 hektare. Luasan tersebut masih merupakan bagian dari total wilayah yang diproyeksikan mencapai sekitar 50.000 hektare.

“Perminas itu baru dipegang 7.000 hektare. Totalnya lebih dari itu, sekitar 50.000 hektare,” ujarnya.

Ketika ditanya mengenai keberadaan IUP LTJ lain di luar wilayah yang dikelola Perminas, Julian mengatakan hingga saat ini belum terdapat IUP lain yang masuk dalam skema tersebut.

“Enggak, belum,” jawabnya.

Menurut Julian, pengembangan LTJ tersebut merupakan bagian dari mandat pemerintah kepada badan usaha milik negara (BUMN). “Perintah Pak Presiden hanya untuk BUMN,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Lima Bulan Dampingi Pengobatan Kasmari hingga ke Jakarta, NHM Peduli Hadir untuk Warga Lingkar Tambang

Lima Bulan Dampingi Pengobatan Kasmari hingga ke Jakarta, NHM Peduli Hadir untuk Warga Lingkar Tambang

Jakarta, TAMBANG - Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat terus diwujudkan PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) melalui program NHM Peduli. Salah satunya dengan memberikan pendampingan kepada Kasmari (63 tahun), seorang petani yang tinggal di Desa Beringin Agung, Kecamatan Kao Barat, Kabupaten Halmahera Utara, yang saat ini tengah menjalani pengobatan limfoma non-Hodgkin. Penyakit

By Rian Wahyuddin
Hingga Kuartal III Tahun ini, MYOH Sukses Catat Kinerja Positif di Semua Lini

Hingga Kuartal III Tahun ini, MYOH Sukses Catat Kinerja Positif di Semua Lini

Jakarta,TAMBANG,- Kinerja moncer berhasil dibukukan perusahaan kontraktor tambang, PT Samindo Resources Tbk (“Perseroan”). Emiten berkode MYOH ini berhasil membukukan akselerasi kinerja operasional dan lonjakan profitabilitas yang solid sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026. Penguatan ini ditopang oleh pertumbuhan produktivitas pada seluruh lini jasa pertambangan utama Perseroan. Perusahaan mencatat kinerja

By Egenius Soda
Ditjen Minerba: 2.587 UMKM Binaan Perusahaan Tambang, PPM Dorong Kemandirian Ekonomi Daerah

Ditjen Minerba: 2.587 UMKM Binaan Perusahaan Tambang, PPM Dorong Kemandirian Ekonomi Daerah

Jakarta, TAMBANG – Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong penguatan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) agar manfaat kegiatan pertambangan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat di sekitar wilayah operasi. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan keberhasilan sektor

By Rian Wahyuddin
Menko Bahlil Dorong Hilirisasi hingga Produk Akhir, Evaluasi Pembangunan Smelter

Menko Bahlil Dorong Hilirisasi hingga Produk Akhir, Evaluasi Pembangunan Smelter

Jakarta, TAMBANG – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mendorong pengembangan industri hilirisasi mineral di Indonesia agar tidak berhenti pada produksi bahan setengah jadi. Karena itu, Pemerintah berencana mengevaluasi pembangunan smelter yang hanya menghasilkan produk antara untuk meningkatkan nilai tambah di

By Rian Wahyuddin