Benarkah Target Produksi Batu Bara RI 2024 Hampir 1 Miliar Ton? Begini Penjelasannya

DHE
Ilustrasi.

Jakarta, TAMBANG – Target produksi batu bara RI diprediksi hampir mencapai satu miliar ton pada tahun 2024 ini. Padahal dalam laporan kinerja tahun 2023, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif hanya menargetkan 710 juta metrik ton. Lantas mana yang benar?

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agus Cahyono Adi menyebut, terkait target produksi batu bara 710 juta metrik ton merupakan bagian dari kepastian pasokan di dalam negeri. Angka ini juga merupakan prognosa untuk penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

“Untuk target kinerja produksi batu bara 2024 yang disampaikan awal tahun lalu, terkait dengan kepastian pasokan dalam negeri dan prognosa PNBP dari batu bara,” ungkap Agus kepada tambang.co.id, Senin (22/4).

Sementara, produksi batu bara RI yang hampir mencapai satu miliar ton berkaitan dengan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang terus meningkat. Kata dia, sejauh ini sudah ada 609 RKAB yang sudah disetujui dengan jumlah tonase mencapai 930,038 juta ton.

“Untuk RKAB 2024 betul bahwa rencana produksi yang diajukan oleh badan usaha, dimana sudah ada 609 persetujuan RKAB batu bara yang telah disetujui adalah sekitar 930,038 juta ton,” jelas Agus.

Menurut Agus, peningkatan jumlah RKAB yang disetujui bisa saja mendorong target produksi batu bara lebih banyak. Asal, tidak ada faktor lain yang dapat mempengaruhi jumlah produksi tersebut.   

“Berdasarkan rencana produksi sesuai pengajuan RKAB, sudah ada potensi peningkatan realisasi produksi batubara dibandingkan tahun sebelumnya jika tidak ada faktor lain yang mempengaruhi produksi,” ungkap dia.

Sementara, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba), Kementerian ESDM mengungkapkan bahwa target produksi yang terakumulasi dari persetujuan RKAB biasanya hanya terealisasi sekitar 70-80 persen. Jumlah permohonan RKAB pada tahun 2024 sendiri mencapai 883 permohonan. 

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin