BEI Luncurkan Implementasi Sistem Pelaporan Emiten

Jakarta – TAMBANG. Guna mempermudah, mengintegrasikan laporan emiten kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) agar lebih akurat dan akuntabel, otoritas pun meluncurkan implementasi Sistem Laporan Emiten bernama Extensible Business Reporting Language (XBRL) pada hari ini, senin (22/6) di gedung BEI.   Jenis laporan keuangan yang harus dilaporkan dalam format XBRL ini adalah posisi keuangan, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas. Pada tahap awal ini, investasi yang dikeluarkan BEI mencapai sekitar Rp10 miliar.   “Yang akan diuji sekarang adalah penyampaian laporan keuangan berdasarkan kuantitatif, kalau sukses, selanjutnya laporan keuangan yang bersifat kualitatif,” ujarnya pada tempat yang sama, senin (22/6).   Sejak Juni 2013, BEI telah mengembangkan taksonomi yang harus digunakan emiten dalam laporan keuangan. Taksonomi ini menjadi standar format penyajian laporan keuangan dari seluruh sektor.   Mengingat sistem XBRL ini memiliki standar internasional, maka investor global akan lebih mudah memahami dan mengolahnya. Investor bisa lebih mudah menganalisa, dan data yang disajikan lebih akurat dan transparan.   Pelaksana bursa ini juga berharap, dalam jangka panjang bisa meningkatkan kepercayaan investor, termasuk investor global, akan kualitas emiten Indonesia. Buntutnya, jumlah investor akan terus bertambah. Dengan diluncurkannya sistem tersebut, Ito menyatakan bahwa ini titik penting pelayanan BEI kepada investor ke seluruh dunia. Mengingat sistem ini nantinya bisa berubah sesuai bahasa yang dikehendaki.   Di Indonesia sendiri, BEI mengaku belajar dari Bank Indonesia (BI) yang telah lebih dulu mengembangkan sistem seperti ini. namun pendekatannya berbeda, jika BI menerapkan secara sekaligus, sedangkan BEI secara bertahap.   Penerapannya dijelaskan Ito, dalam tahap awal, implementasi laporan keuangan pada pembukuan Juni 2015 deadline-nya Juli. Tapi, dengan sistem XBRL, ditambah satu bulan jadi pada Agustus 2015.   Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida menjelaskan, di industri keuangan non bank ini diperlukan data yang kredibel, terintegrasi dan transparan. Data yang terintegrasi akan membantu mengawasi perusahaan tercatat.   “Kedepan akan lebih detail lagi, selanjutnya akan ke arah kualitatif,” ujarnya.   Representatif XBRL Internasional dan XBRL Asia, Yoshiaki Wada menjelaskan teknologi ini dikembangkan pada tahun 1999. Selain itu, XBRL telah digunakan di 60 negara di dunia.   “Saya mengucapkan selamat kepada BEI dan semua orang yang terlibat,” ujarnya.      

Artikel Terkait

PPA-Adaro Bangun Masa Depan Tabalong Lebih Sehat dan Produktif Lewat Program Operasi Katarak Gratis

PPA-Adaro Bangun Masa Depan Tabalong Lebih Sehat dan Produktif Lewat Program Operasi Katarak Gratis

Jakarta, TAMBANG - PT Putra Perkasa Abadi (PPA) bersama PT Adaro Indonesia terus memperkuat komitmen dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap program operasi katarak gratis bagi 131 masyarakat Tabalong. Program yang merupakan bagian dari inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) PT

By Rian Wahyuddin
PAMA KPCS Dorong Konservasi Mangrove Berkelanjutan Melalui Pembinaan Komunitas Alien Mangrove

PAMA KPCS Dorong Konservasi Mangrove Berkelanjutan Melalui Pembinaan Komunitas Alien Mangrove

Kutai Timur, TAMBANG – Komitmen PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Jobsite KPCS dalam mendukung pelestarian lingkungan terus dilakukan melalui pembinaan dan pendampingan terhadap komunitas lokal. Salah satunya melalui dukungan terhadap Komunitas Alien Mangrove Kutai Timur, yang saat ini mengelola pusat pembibitan mangrove dengan kapasitas mencapai 12.000 bibit per tahun. Kegiatan monitoring

By Rian Wahyuddin
Jalan Tengah Konflik di Beltim, Pemerintah Izinkan PT TIMAH Beli Timah dari Masyarakat

Jalan Tengah Konflik di Beltim, Pemerintah Izinkan PT TIMAH Beli Timah dari Masyarakat

Jakarta, TAMBANG — Pemerintah mengambil langkah cepat untuk mencari solusi atas persoalan tata kelola pertimahan di Belitung Timur (Beltim), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung beberapa waktu lalu. Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Yusril Ihza Mahendra, menggelar rapat bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait, Pemerintah Provinsi

By Rian Wahyuddin