Begini Realisasi Overburden Removal Cipta Kridatama di Kuartal I 2024

ABM Investama
Sumber: ABMM.

Jakarta, TAMBANG – PT Cipta Kridatama (CK) menargetkan volume overburden removal (OB) 300 juta bcm pada tahun ini. Pada Kuartal I, realisasi OB anak usaha PT ABM Investama Tbk (ABMM) ini sempat terganggu hujan.

“Di kuartal satu itu masih kurang, kita mau kejar karena kemarin ada hujan,” ungkap Direktur ABMM, Hans Christian Manoe kepada tambang.co.id usai Public Ekspos di Jakarta, Rabu (15/5).

Hans tidak merinci berapa jumlah OB yang terealisasi CK pada Kuartal I 2024. Tapi, capaian itu bisa dilihat dari komitmen CK yang menargetkan tiap kuartal sekitar seperempat dari total target produksi atau sekitar 70 -75 juta bcm.

“Kurang lebih sampai akhir tahun itu sampai 280 jutaan, itu dibagi empat saja. Kita memang akan grow ke situ,” beber Hans.

Jumlah OB CK pada tahun ini memang mengalami peningkatan dibanding tahun lalu. Pada tahun 2023, CK berhasil memproduksi pemindahan lapisan tanah penutup sebesar 250 juta bcm.

“Saat ini produksi OB sekitar 250 juta bcm, tahun depan (2024) 280-300 juta bcm,” ujar Direktur Utama CK, Feriwan Sinatra dalam Media Gathering di Jakarta, Jumat 24 November 2023.

Untuk merealisasikan target tersebut, CK punya strategi tersendiri. Di antaranya memastikan sumber daya manusia yang kompeten, tangguh dan punya jiwa kompetitif.

“Yang paling penting di dunia bisnis ini adalah karyawan yang tangguh punya budaya berkompetisi untuk mencapai apa yang direncanakan,” ucap Feriwan.

Hal lainnya untuk mewujudkan target itu adalah menyiapkan alat dan teknologi yang mumpuni dan canggih. Kata dia, penggunaan teknologi merupakan suatu keharusan termasuk di bisnis pertambangan.

“Kedua kita menekankan pada equipment karena itu penting. Teknologi kita juga jalankan itu suatu keniscayaan, dengan usia semakin besar, data dan orang banyak baik di operasi tambang maupun manajemen alat berat serta main power,” ujar dia.

“Kita punya teknologi digital untuk mendukung operasi kita selain produksi tercapai juga efisien,” imbuh Feriwan.

Ketiga, pihaknya memastikan keamanan para pekerja selama beroperasi. Kata dia, budaya keselamatan kerja merupakan hal yang selalu ditonjolkan oleh Cipta Kridatama.

“Terakhir yang penting adalah operasi kita pastikan aman. Safety kita tonjolkan di sini. Kita ingin orang dengar CK itu safety-nya bagus,” beber dia.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin