Bayan Akhiri Kontrak Dengan Vitol

Bayan Akhiri Kontrak Dengan Vitol
Jakarta – TAMBANG. PT Bayan Resources Tbk mengakhiri perjanjian jual beli batu baranya dengan Vitol Asia Pte. Ltd. Perjanjian jual beli yang dilakukan sejak 25 Nopember 2007 tersebut diakhiri sejak 30 Juni 2015.   “Pada tanggal 30 Juni 2015, PT Bayan Resources Tbk (persero) telah mengakhiri perjanjian jual beli batu bara tanggal 25 Nopember 2007,” ujar Direktur Utama Bayan, Chin Wai Fong dalam keterangan resminya, Rabu (1/7).   Dijelaskan Fong, perjanjian tersebut telah diubah beberapa kali. Terakhir kali diubah adalah pada tanggal 25 Pebruari 2010. Hal ini juga menjadikan selesainya perjanjian menjadi lebih awal dari waktu semula yang menyatakan bahwa akhir kontrak adalah pada tahun 2016.   Namun Fong meyakinkan investor dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bahwa perseroan dan Vitol Asia Pte. Ltd telah mencapai kesepakatan yang terbaik sehubungan dengan pengakhiran lebih awal dari perjanjian tersebut.

Artikel Terkait

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda