Batu Bara Tetap Jadi Tulang Punggung Energi India

Batu bara india
Ilustrasi

Jakarta, TAMBANG – Komoditas batu bara masih menjadi sumber energi primer bagi Negara India meski pasar global tengah dibayangi ketidakpastian. Data terbaru mencatat, sepanjang Januari–Juli 2025, India menempati peringkat kedua dunia dalam konsumsi batu bara dengan total 795 juta metrik ton. Pada periode yang sama, produksi mencapai 633 juta ton dan impor sebesar 162 juta ton.

“Pada periode Januari–Juli 2025, India menempati peringkat kedua dunia dalam konsumsi batu bara mencapai 795 juta metrik ton, produksi 633 juta ton, dan impor 162 juta ton,” ungkap Director iEnergy Natural Resources Limited, Vasudev Pamnani dalam CT Asia 2025 di Badung, Bali dikutip Senin (29/9).

Ia menegaskan bahwa kebutuhan energi tetap menjadi isu strategis, seiring meningkatnya permintaan dari negara-negara berkembang yang tengah memperkuat basis industri dan infrastruktur mereka.

“Energi tidak akan ke mana-mana. Dunia, terutama negara-negara berkembang, akan selalu membutuhkan energi untuk pertumbuhan ekonomi, industrialisasi, dan pembangunan infrastruktur,” ujar Vasudev.

Menurut dia, meski tren transisi energi semakin kuat, permintaan batu bara di India masih akan stabil bahkan meningkat dalam jangka menengah.

“Ini bukan hanya cerita tentang tradisi, tapi juga tentang transisi. India tetap membutuhkan batu bara, baik dari produksi domestik maupun impor,” katanya.

Ia menambahkan, laporan internal juga mencatat bahwa kebutuhan batu bara India masih akan bertahan positif di tengah tekanan harga global, ketegangan geopolitik, serta perubahan kebijakan tarif internasional.

“Permintaan energi tetap tumbuh, dan batu bara masih menjadi bagian penting dari cerita energi India,” tegasnya.

India saat ini menempati posisi kedua dunia, setelah Tiongkok dalam produksi, impor, sekaligus konsumsi batu bara. Sepanjang 2024, konsumsi batu bara India mencapai ratusan juta ton, dengan mayoritas digunakan di sektor baja, semen, dan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Pada sektor baja, konsumsi batu bara bahkan menembus 116 juta ton tahun lalu. Sementara industri semen mengandalkan sekitar 30 juta ton per tahun. Adapun PLTU tetap menjadi tulang punggung penyediaan listrik India, dengan kontribusi terbesar terhadap total konsumsi batu bara nasional.

India sendiri memiliki cadangan batu bara signifikan sebesar 378 miliar ton dan menjadikannya salah satu pemilik cadangan batu bara yang terbesar di dunia.

Baca juga: APBI di CT Asia 2025: Meski Geopolitik Menegang, Industri Batu Bara Nasional Tunjukkan Tren Positif

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin