Banyak Kendala, Menteri ESDM Kumpulkan Manajemen BUMN Tambang

Banyak Kendala, Menteri ESDM Kumpulkan Manajemen BUMN Tambang

Jakarta-TAMBANG. Pekan ini Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said akan secara khusus mengumpulkan manajemen perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor pertambangan. Pasalnya, perusahaan-perusahaan plat merah itu banyak menghadapi kendala.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, R. Sukhyar membenarkan pertemuan tersebut akan digelar terkait dengan permasalahan dan kendala yang dihadapi BUMN tambang. Sebelumnya, kata Sukhyar, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk, PT Timah (Persero) Tbk, serta PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk guna membahas soal permasalahan yang dihadapi.

"Nantinya kami sampaikan ke pak Menteri Sabtu besok di Bandung," kata Sukhyar di Jakarta, Kamis (8/1).

Sukhyar menjelaskan, pemanggilan perusahaan tersebut untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi perusahaan. Dalam hal ini Sukhyar mengkategorikan dua permasalahan yaitu umum dan khusus. Persoalan yang sama dihadapi itu antara lain masalah izin pinjam pakai kawasan hutan, maupun persoalan pertambangan ilegal. Sedangkan persoalan khusus misalnya pengelolaan lahan tambang eks PT Koba Tin yang diberikan kepada PT Timah Bemban Babel.

Timah Bemban merupakan konsorsium antara Timah dengan tiga badan usaha milik daerah (BUMD). Sukhyar bilang porsi kepemilikan dalam konsorsium 40% dipegang Timah dan 60% dipegang ketiga BUMD. Ketidakpastian pembagian atau share dari 60% itu membuat pengelolaan ladang timah di Bangka Belitung jadi terkatung-katung.

Sukhyar mengungkapkan, jika permasalahan perusahaan tambang tersebut terkait dengan Kementerian ESDM akan lebih mudah diselesaikan. Tetapi jika dengan instansi lain akan dilakukan pertemuan lebih mendalam.

"Pemecahan masalah itu kan ada dua pendekatan. Kalau itu berada di bawah kontrolnya ESDM kan lebih mudah, artinya kalau ke Kementrian lain kan perlu ada pendekatan bilateral meeting," ujarnya.

Artikel Terkait

Dari Ekspor Unit Tunggal Menuju Terobosan Solusi Terintegrasi | LOVOL Heavy Industry Tampilkan Solusi Pertambangan Terpadu dari Hulu ke Hilir di Indonesia International Mining Exhibition 2026

Dari Ekspor Unit Tunggal Menuju Terobosan Solusi Terintegrasi | LOVOL Heavy Industry Tampilkan Solusi Pertambangan Terpadu dari Hulu ke Hilir di Indonesia International Mining Exhibition 2026

LOVOL Heavy Industry tampil menonjol di Mining Indonesia dengan solusi pertambangan terintegrasi yang mencakup proses penggalian, pemuatan, hingga pengangkutan. Didukung portofolio alat berat yang beragam, desain yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal, serta pengalaman dalam teknologi energi baru.

By Fahmi Adam
Rayakan Usia 36 Tahun, PERHAPI Komit Kawal dan Dukung Industri Pertambangan Berkelanjutan

Rayakan Usia 36 Tahun, PERHAPI Komit Kawal dan Dukung Industri Pertambangan Berkelanjutan

Jakarta,TAMBANG,- Saat ini, industri pertambangan nasional sudah semakin berkembang. Perannya pun semakin penting sebagai penopang perekonomian nasional. Namun harus diakui bahwa ada sejumlah tantangan maupun permasalahan yang dihadapi. Industri pertambangan harus menghadapi dinamika baik dari internal maupun eksternal. Adanya dinamika geopolitik internasional dan dinamika supply-demand komoditas mineral dan

By Egenius Soda