Bangkitkan UMKM Perempuan Lokal, Eramet Indonesia Luncurkan Program LAKSMI di Ternate

Bangkitkan UMKM Perempuan Lokal, Eramet Indonesia Luncurkan Program LAKSMI di Ternate

Jakarta, TAMBANG – Eramet Indonesia, perusahaan global di sektor pertambangan dan metalurgi asal Prancis, bekerja sama dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB Foundation) untuk meluncurkan LAKSMI (Langkah Aksi Kapasitas Sosial Mikro untuk Inklusi) di Ternate.

Program LAKSMI dirancang untuk mendukung UMKM perempuan ultra mikro di Jakarta dan Ternate melalui pendekatan terpadu yang mencakup pelatihan, pendampingan (mentoring), serta akses permodalan, guna memperkuat kapasitas usaha dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

Peluncuran ini ditandai dalam acara “LAKSMI Local Kick-Off & Community Talk” yang berlangsung di Bela Hotel, Ternate, pada Rabu (21/2/2026). Acara ini dihadiri langsung oleh Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos, CEO Eramet Indonesia Jérôme Baudelet, serta Founder & CEO YCAB Foundation Veronica Colondam. Rangkaian agenda meliputi pameran produk (product showcase) UMKM lokal, dialog komunitas, dan sesi jejaring (networking) antar pemangku kepentingan.

“Program LAKSMI sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Ketika UMKM perempuan diperkuat melalui pelatihan dan pendampingan yang tepat, maka dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga oleh keluarga, komunitas, dan pembangunan ekonomi daerah secara keseluruhan.” ujar Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos dalam sambutannya di Ternate, dikutip dalam keterangan resmi, Kamis (22/1).

Pemilihan Ternate sebagai salah satu wilayah implementasi didasari oleh potensi besar pelaku usaha perempuan di Maluku Utara, khususnya di sektor ultra mikro, yang masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan akses terhadap pelatihan usaha, pemanfaatan teknologi digital, pendampingan berkelanjutan, serta akses pembiayaan. Sebagai pusat aktivitas ekonomi di Maluku Utara, Ternate memiliki peran strategis dalam mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan dan penguatan ekonomi lokal.

CEO Eramet Indonesia, Jérôme Baudelet menyampaikan bahwa program ini merupakan perpanjangan dari program LAKSMI yang diluncurkan di Jakarta pada September 2024. Inisiatif ini merupakan bagian dari program global Women for Future milik Eramet, yang mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan di berbagai negara tempat perusahaan beroperasi.

“Maluku Utara memiliki tempat yang istimewa bagi kami. Wilayah ini tidak hanya menjadi lokasi operasional Weda Bay Nickel, tetapi juga menjadi komunitas yang ingin kami dukung seiring dengan pertumbuhan dan perkembangannya,” kata Jérôme.

Jérôme melanjutkan bahwa program ini sejalan dengan komitmen besar Eramet dalam membangun ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. “Program LAKSMI hadir tidak hanya untuk pada meningkatkan kapasitas usaha, tetapi juga pada menguatkan kepercayaan diri, jejaring, serta perluasan akses terhadap peluang ekonomi yang lebih luas bagi perempuan pelaku usaha ultra mikro di Ternate,” tambah Jérôme.

Pada tahapan implementasi di Ternate, program LAKSMI akan memberikan pelatihan literasi keuangan dan pemasaran digital kepada 200 pelaku usaha perempuan ultra mikro. Di akhir program, 25 peserta terpilih akan menerima hibah usaha yang ditujukan untuk mendukung pengembangan usaha secara berkelanjutan. Proses seleksi dilakukan berdasarkan sejumlah indikator, antara lain peningkatan pengetahuan, partisipasi aktif, keterampilan digital, serta komitmen dalam mengembangkan usaha.

“Program LAKSMI adalah bentuk komitmen bersama YCAB Foundation dan Eramet Indonesia untuk memperkuat peran perempuan dalam perekonomian, melalui pendidikan dan pemberdayaan ekonomi yang sesuai dengan konteks lokal. Kolaborasi ini mendukung perempuan pelaku usaha ultra mikro di Ternate dengan intervensi yang meningkatkan kepercayaan diri, pengetahuan bisnis, serta keterampilan finansial dan digital untuk mendukung usaha yang berkelanjutan. Kami percaya, ketika usaha perempuan berkembang, dampaknya akan dirasakan oleh keluarga, komunitas, dan perekonomian daerah,” ujar Founder & CEO YCAB Foundation Veronica Colondam.

Veronica juga menyampaikan bahwa implementasi awal Program LAKSMI di Jakarta berhasil melampaui target awal. Sebanyak 460 UMKM perempuan berhasil menyelesaikan pelatihan daring berbasis ChatBot dari target 400 peserta. Lebih dari 190 peserta kemudian mengikuti sesi MasterClass lanjutan dengan tingkat penyelesaian mencapai 82%, melampaui target sebesar 80%. Program ini juga berhasil menjaring 100 UMKM perempuan untuk mengikuti sesi mentoring lanjutan, serta mencatat lebih dari separuh peserta mengalami peningkatan pengetahuan setelah mengikuti pelatihan.

Melalui program LAKSMI, Eramet Indonesia dan YCAB Foundation menegaskan komitmennya untuk mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan secara inklusif. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi lokal serta memperkuat ekosistem UMKM perempuan di Maluku Utara.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin