Bahlil Lahadalia Dilantik Presiden Prabowo Subianto Jadi Menteri ESDM

Bahlil Lahadalia Dilantik Presiden Prabowo Subianto Jadi Menteri ESDM

Jakarta, TAMBANG – Bahlil Lahadalia dilantik Presiden Prabowo Subianto menjadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Bahlil sebelumnya mengisi posisi yang sama selama dua bulan menggantikan Arifin Tasrif.

Bahlil dilantik bersama 47 menteri lainnya di Istana Negara, Jakarta, Senin pagi (21/10).

Presiden Prabowo Subianto memimpin pengucapan sumpah jabatan para menteri Kabinet Merah Putih periode tahun 2024-2029 tersebut.

“Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab,” ucap Presiden Prabowo mendiktekan sumpah jabatan.

Presiden Prabowo Subianto Optimis RI Swasembada Energi

Menteri ESDM Bahlil berterima kasih lantaran Presiden Prabowo mempercayakan kembali urusan energi dan pertambangan ini kepadanya.

“Saya berterima kasih kepada Presiden Bapak Prabowo dan Wakil Presiden Mas Gibran, yang memberikan kepercayaan kepada saya untuk membantu Bapak Presiden dan Wakil Presiden. Saya diminta untuk membantu di Kementerian ESDM, yang mana di kabinet lalu di sisa akhir jabatan, saya juga di sini,” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, usai pelantikan dilansir dari keterangan resmi.

Menurut Bahlil, jabatan sebagai Menteri ESDM memiliki tantangan yang besar, karena kedaulatan energi menjadi fokus kerja Kabinet Merah Putih 5 tahun ke depan, dan Kementerian ESDM yang menjadi garda terdepan dalam pencapaian kedaulatan energi.

“Sudah tentu menjadi tantangan besar, sebab apa? Harapan Bapak Presiden Prabowo dalam berbagai pidatonya, termasuk kemarin Pidato Kenegaraan Pertama di MPR bahwa salah satu yang akan mendorong itu adalah tentang kedaulatan energi. Nah, kalau bicara tentang kedaulatan dan kemandirian energi, maka menteri yang yang paling garda terdepan adalah Kementerian ESDM,” tandas Bahlil.

Sebagai informasi, Prabowo Subianto juga melantik Yuliot Tanjung sebagai Wakil Menteri ESDM mendampingi Bahlil.

Artikel Terkait

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Jakarta,TAMBANG,- Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali mengusulkan penyesuaian tarif royalti. Rencana ini menyasar sejumlah komoditas mineral strategis seperti emas, tembaga, timah, hingga nikel beserta produk hilirisasinya. “Kebijakan ini pada dasarnya dapat dipahami sebagai upaya negara meningkatkan penerimaan di tengah dinamika harga komoditas global.

By Egenius Soda
IMA: Demi Menjaga Iklim Investasi Perlu Ada Kestabilan Kewajiban Keuangan

IMA: Demi Menjaga Iklim Investasi Perlu Ada Kestabilan Kewajiban Keuangan

Jakarta,TAMBANG,- Dalam beberapa waktu terakhir dunia pertambangan ramai membincangkan rencana penerapan skema Product Sharing Cost (PSC). Terkait hal ini Indonesian Mining Association (API-IMA) menyampaikan pendapatnya. IMA mengingatkan industri pertambangan mineral dan batubara (minerba) memiliki karakteristik usaha yang sangat berbeda dibandingkan industri minyak dan gas bumi (migas). Industri minerba

By Egenius Soda