ASTRA Terjun ke Bisnis Properti

Jakarta – TAMBANG. Lesunya bisnis property tidak membuat PT Astra Internasional Tbk (IDX:ASII) membuat satu bisnis baru yaitu properti dengan PT Menara Astra sebagai holding. Khusus untuk bisnis tersebut Astra menggelontorkan dana sebesar Rp 11,4 triliun atau 10% dari belanja modal ASII.   Presiden direktur ASII, Prijono Sugianto menuturkan bahwa, studi terhadap bisnis properti Astra telah dimulai dengan riset yang mendalam tentang kebutuhan dan perkiraan perkembangan properti di Indonesia dalam beberapa dekade mendatang.   Sebelumnya ASII telah mendirikan PT Astra Land Indonesia (ALI), kemudian diikuti dengan penandatanganan pembentukan perusahaan patungan antara ALI dan PT Mitra Sindo Makmur, anak usaha PT Modern Land Realty Tbk. Perusahaan patungan tersebut mengakuisisi lahan seluas 70 ha dikawasan Jakarta Timur senilai Rp3,4 triliun.   “Dengan Modern Land kita membangun perumahan skala kota (township) yang mencakup pembangunan perumahan tapak, apartemen,  fasilitas komersial dan area terbuka publik dengan target menengah ke atas,” ujar David Iman Santosa, Chief of Astra Property, PT Astra Internasional Tbk rabu (25/10).   Astra properti juga membangun gedung Menara Astra dan tiga apartemen yang berlokasi di Jalan Jendral Sudirman seluas 2,4 ha. Kedua properti ini menelan biaya sebesar Rp8 triliun yang pembangunannya dilakukan pada 2014 lalu dan ditargetkan selesai pada 2018.   “Ketiga apartemen bernama Anandamaya ini sudah terjual 91,35% dari 509 unit yang disediakan,” tambahnya lagi.   David melanjutkan, Astra selalu mempunyai pemikiran terbuka untuk mengembangkan bisnisnya . Sehingga tidak menutup kemungkinan untuk mempunyai kerjasama dengan yang lain selama visi dan misinya.   Hal ini juga menepis anggapan bahwa bisnis ini akan menggantikan bisnis otomotif yang selama ini menjadi tulang punggu perseroan. Walaupun David menyadari bahwa saat ini bisnis properti belum bisa banyak berkontribusi untuk perseroan.  

Artikel Terkait

Soal Afiliasi-Anak Usaha Jasa Tambang Wajib Kantongi Izin Menteri, ASPINDO Soroti Isu Transfer Pricing

Soal Afiliasi-Anak Usaha Jasa Tambang Wajib Kantongi Izin Menteri, ASPINDO Soroti Isu Transfer Pricing

Jakarta, TAMBANG — Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia (ASPINDO) menilai penggunaan anak perusahaan atau perusahaan afiliasi sebagai kontraktor jasa pertambangan tidak serta-merta dapat dikaitkan dengan praktik transfer pricing. Hal tersebut disampaikan menyusul terbitnya aturan baru Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengenai penggunaan anak perusahaan dan/atau afiliasi dalam jasa

By Rian Wahyuddin
Bangun Gudang di Osowilangun Surabaya, CKB Perkuat Konektivitas Industri hingga Indonesia Timur

Bangun Gudang di Osowilangun Surabaya, CKB Perkuat Konektivitas Industri hingga Indonesia Timur

Jakarta, TAMBANG — PT Cipta Krida Bahari (CKB Logistics) menghadirkan fasilitas pergudangan terintegrasi di Osowilangun, Surabaya. Aksi ini sebagai penghubung bagi industri logistik di Jawa Timur, dan konektivitas penting bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur. “Fasilitas Osowilangun bukan sekadar ruang gudang. Fasilitas ini merupakan simpul yang menghubungkan kebutuhan industri Jawa Timur

By Rian Wahyuddin
Kembangkan Inovasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, PTBA Raih Apresiasi Waste4Change

Kembangkan Inovasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, PTBA Raih Apresiasi Waste4Change

Jakarta, TAMBANG — PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, meraih apresiasi dari Waste4Change melalui kategori Strategic Partnership & Innovation Award atas inisiatif dalam proyek Jasa Konsultan Studi Pendahuluan dan Penyusunan Detail Engineering Design (DED) Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R). Apresiasi tersebut diberikan dalam

By Rian Wahyuddin