ASPEBINDO: Tata Kelola Batu Bara Harus Tetap Menjaga Ekosistem Usaha

ASPEBINDO mendorong agar berbagai kebijakan baru di sektor batu bara tidak hanya memperkuat tata kelola negara, tetapi juga memberikan kepastian bagi seluruh pelaku usaha dalam rantai pasok industri.

ASPEBINDO: Tata Kelola Batu Bara Harus Tetap Menjaga Ekosistem Usaha

Jakarta, TAMBANG โ€“ Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (ASPEBINDO) mendorong agar berbagai kebijakan baru di sektor batu bara tidak hanya memperkuat tata kelola negara, tetapi juga memberikan kepastian bagi seluruh pelaku usaha dalam rantai pasok industri.

Ketua Umum ASPEBINDO, Anggawira, mengatakan kebijakan seperti ekspor satu pintu, perubahan mekanisme RKAB, Domestic Market Obligation (DMO), Devisa Hasil Ekspor (DHE), hingga implementasi mandatori B50 merupakan langkah pemerintah untuk memperkuat tata kelola sektor energi.

Namun, menurutnya, implementasi kebijakan tersebut harus memperhatikan dampaknya terhadap seluruh ekosistem industri.

"Negara boleh memperkuat kontrol, tetapi ekosistem pemasok tidak boleh kehilangan kepastian usaha," kata Anggawira dalam Indonesia Coal Mining Forum (ICMF) 2026 yang digelar Majalah TAMBANG dan Hype Solusi Indonesia di Jakarta, dikutip Kamis (16/7).

Ia menegaskan bahwa perubahan kebijakan RKAB tidak hanya berdampak pada perusahaan tambang, tetapi juga seluruh rantai pasok industri batu bara.

"Yang terdampak bukan hanya perusahaan tambang. Ada perusahaan hauling, operator tongkang, pengelola pelabuhan, perusahaan logistik, vendor lokal, hingga pengguna akhir seperti PLN yang juga harus diperhitungkan," ujarnya.

 Selain itu, ASPEBINDO juga mendorong pemerintah mengevaluasi harga DMO yang dinilai sudah terlalu lama tidak mengalami penyesuaian.

Menurut Anggawira, harga DMO yang telah berlaku sekitar delapan tahun perlu dikaji kembali agar lebih mencerminkan kondisi industri saat ini.

Pemimpin Redaksi Majalah TAMBANG, Iwan Qodar Himawan (kiri) memberikan cendera mata kepada Ketum ASPEBINDO, Anggawira (kanan) sebagai salah satu Pembicara ICMF 2026. Dokumentasi: TAMBANG.

Ia juga mengusulkan agar skema DMO direformulasi dengan mempertimbangkan kualitas batu bara, lokasi tambang, dan jadwal pengiriman, sehingga tidak menggunakan pendekatan yang sama untuk seluruh perusahaan.

โ€œTermasuk juga dalam kontrak DMO. Yang kelima ya reformulasi DMO berbasis kualitas lokasi dan jadwal pengiriman. Ini menurut saya juga gak bisa langsung dipukul rata ya,โ€ imbuhnya.

Di sisi lain, Anggawira mendukung penerapan kembali RKAB tahunan. Namun, ia mengusulkan agar pemerintah tetap menyusun proyeksi indikatif tiga tahunan sebagai acuan bagi pelaku usaha dalam menyusun rencana investasi.

"Proyeksi tersebut penting agar perusahaan, termasuk pemasok dan kontraktor, dapat menghitung kebutuhan investasi dan kapasitas usahanya secara lebih pasti," jelasnya.

Terkait implementasi mandatori B50, ASPEBINDO meminta pemerintah memberikan pendampingan teknis kepada pelaku usaha agar kebijakan tersebut dapat diterapkan secara efektif.

"Jangan sampai hanya menjadi kebijakan di atas kertas. Implementasinya juga harus dikawal sehingga bisa dijalankan oleh seluruh pelaku usaha," tutup Anggawira.

Artikel Terkait

Lima Bulan Dampingi Pengobatan Kasmari hingga ke Jakarta, NHM Peduli Hadir untuk Warga Lingkar Tambang

Lima Bulan Dampingi Pengobatan Kasmari hingga ke Jakarta, NHM Peduli Hadir untuk Warga Lingkar Tambang

Jakarta, TAMBANG - Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat terus diwujudkan PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) melalui program NHM Peduli. Salah satunya dengan memberikan pendampingan kepada Kasmari (63 tahun), seorang petani yang tinggal di Desa Beringin Agung, Kecamatan Kao Barat, Kabupaten Halmahera Utara, yang saat ini tengah menjalani pengobatan limfoma non-Hodgkin. Penyakit

By Rian Wahyuddin
Hingga Kuartal III Tahun ini, MYOH Sukses Catat Kinerja Positif di Semua Lini

Hingga Kuartal III Tahun ini, MYOH Sukses Catat Kinerja Positif di Semua Lini

Jakarta,TAMBANG,- Kinerja moncer berhasil dibukukan perusahaan kontraktor tambang, PT Samindo Resources Tbk (โ€œPerseroanโ€). Emiten berkode MYOH ini berhasil membukukan akselerasi kinerja operasional dan lonjakan profitabilitas yang solid sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026. Penguatan ini ditopang oleh pertumbuhan produktivitas pada seluruh lini jasa pertambangan utama Perseroan. Perusahaan mencatat kinerja

By Egenius Soda
Ditjen Minerba: 2.587 UMKM Binaan Perusahaan Tambang, PPM Dorong Kemandirian Ekonomi Daerah

Ditjen Minerba: 2.587 UMKM Binaan Perusahaan Tambang, PPM Dorong Kemandirian Ekonomi Daerah

Jakarta, TAMBANG โ€“ Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong penguatan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) agar manfaat kegiatan pertambangan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat di sekitar wilayah operasi. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan keberhasilan sektor

By Rian Wahyuddin
Menko Bahlil Dorong Hilirisasi hingga Produk Akhir, Evaluasi Pembangunan Smelter

Menko Bahlil Dorong Hilirisasi hingga Produk Akhir, Evaluasi Pembangunan Smelter

Jakarta, TAMBANG โ€“ Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mendorong pengembangan industri hilirisasi mineral di Indonesia agar tidak berhenti pada produksi bahan setengah jadi. Karena itu, Pemerintah berencana mengevaluasi pembangunan smelter yang hanya menghasilkan produk antara untuk meningkatkan nilai tambah di

By Rian Wahyuddin