Arutmin Raih Penghargaan Bergengsi Tamasya Award 2024

Arutmin Tamasya Award
CEO Arutmin, Ido Hutabarat (paling kiri), menerima piala penghargaan Tamasya Award 2024 dari Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, di Jakarta (26/11)

 Jakarta, TAMBANG – Anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang bergerak di bidang pertambangan batu bara, PT Arutmin Indonesia (Arutmin) meraih penghargaan bergengsi Tambang Menyejahterakan Masyarakat (Tamasya) Award 2024. Arutmin meraih penghargaan untuk kategori Badan Usaha Pertambangan Batubara Skala Besar.

Ajang penghargaan tersebut diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Kartika Expo Center (Balai Kartini), Jakarta, pada Selasa (26/11).

Piala penghargaan diterima langsung oleh Ido Hutabarat selaku Chief Executive Officer (CEO) Arutmin sekaligus salah satu Direktur BUMI dan diserahkan oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Yuliot Tanjung, serta Direktur Jenderal Minerba, Tri Winarno. Penilaian Tamasya Award dilakukan oleh para tim penilai ahli independen, yang terbagi menjadi 13 orang penilai untuk komoditas batubara dan 9 orang penilai untuk komoditas mineral.

Pada kesempatan ini, Ido berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mensukseskan program PPM perusahaan. Menurut dia, Arutmin akan terus meningkatkan program-program PPM supaya bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat.

“Terima kasih atas kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak yang terlibat dalam program PPM. Arutmin berkomitmen untuk terus meningkatkan program-program pemberdayaan yang dapat memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar,” ungkap Ido Hutabarat.

Luar Biasa, JRBM Sukses Sabet Penghargaan Tamasya Untuk Dua Kategori

Tamasya Award merupakan semangat Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, selaku pembina dan pengawas kegiatan pertambangan di Indonesia, untuk terus mengupayakan sektor minerba dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya yang berada di sekitar wilayah operasi pertambangan.

Tahun ini merupakan tahun kedua Tamasya Award diselenggarakan oleh Ditjen Minerba sebagai apresiasi Pemerintah kepada badan usaha di bidang pertambangan mineral dan batubara yang telah melakukan pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM). 

Di samping itu, melalui penghargaan ini, Pemerintah juga mengapresiasi kontribusi perusahaan terhadap kegiatan pendidikan, sosial, budaya, kelestarian lingkungan hidup, dan peningkatan perekonomian di daerah sekitar lokasi pertambangan.

Artikel Terkait

PERTAMISI Dorong Penyesuaian Spesifikasi Ekspor, Kepastian HPM, Tata Kelola dan Percepatan Hilirisasi Silika

PERTAMISI Dorong Penyesuaian Spesifikasi Ekspor, Kepastian HPM, Tata Kelola dan Percepatan Hilirisasi Silika

Jakarta, TAMBANG – Besarnya potensi silika Indonesia belum sepenuhnya berbanding lurus dengan pemanfaatannya. Kepastian harga, klasifikasi komoditas, spesifikasi ekspor, hingga persoalan perizinan masih menjadi tantangan dalam mendorong pengembangan industri silika dari hulu hingga hilir. Persoalan tersebut menjadi pembahasan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Dialog Silika Indonesia: Harga Patokan Mineral Silika

By Rian Wahyuddin
PGN Siap Jadi Offtaker dan Transporter Biomethane yang Dikembangkan Toyota dan KIS

PGN Siap Jadi Offtaker dan Transporter Biomethane yang Dikembangkan Toyota dan KIS

Jakarta,TAMBANG,- Pengembangan biomethane yang memanfaatkan limbah pabrik kelapa sawit di Sumatera Selatan kini mulai mendekati tahap akhir pengembangan. PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) berkolaborasi Toyota Tsusho Indonesia (TTI) dan PT KIS Biofuels Indonesia (KIS) untuk mengoptimasi pemanfaatan biomethane tersebut dalam rangka memastikan kesediaan pasokan energi domestik masa

By Egenius Soda
PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Perkuat Pasokan dan Kepastian Operasional

PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Perkuat Pasokan dan Kepastian Operasional

Jakarta,TAMBANG,- Perusahaan tambang batubara plat merah, PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) mempersiapkan operasional yang andal dalam menjaga keberlanjutan produksi. Perencanaan tersebut mempertimbangkan persetujuan pemerintah, prioritas kebutuhan domestik, serta dinamika pasar ekspor di tengah transisi energi. Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan, mengatakan perusahaan tetap berada pada jalur yang tepat

By Egenius Soda