APLSI Dukung Rencana Penyederhanaan Regulasi Di Sektor Ketenagalistrikan

APLSI Dukung Rencana Penyederhanaan Regulasi Di Sektor Ketenagalistrikan
A worker walks past a transformer station at Wujing Thermal Power Plant of Shanghai Electric Power Company Tuesday June 22, 2004 in Shanghai, China. The 1958-built coal firing plant has the generating capacity of 1000 megawatts and is responsible for supplying southwest of city of Shanghai. China's commercial capital, Shanghai, plans to spend more than 100 billion yuan (US$12 billion) on doubling its electricity generating capacity by 2010, to alleviate shortages that are slowing production and prompting complaints from foreign investors. Shanghai will face a shortage of 2.2 million kilowatts between June and September, an official notices said. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Jakarta-TAMBANG-Pemerintah berencana mneyederhanakan regulasi di sektor ketenagalistrikan. Setidaknya ada 11 peraturan yang bakal disederhanakan. Langkah Pemerintah ini disambut baik kalangan pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI).

Meski demikian, APLSI meminta agar regulasi yang dipangkas benar-benar merupakan regulasi yang tidak kondusif bagi investasi swasta nasional.

“Kita sambut baik. Ada niat baik pemerintah. Namun kita berharap agar regulasi-regulasi yang tidak pro terhadap investasi swasta nasional,” ujar Ketua Harian APLSI Arthur Simatupang di Jakarta, Kamis, (25/1).

Arthur mengingatkan peran investor lokal perlu diperkuat ke depan khusus disektor ketenagalistrikan dengan memberikan banyak kemudahan dan keberpihakan guna menjaga kedaulatan energi nasional.

Ssaat ini menurut Arthur pihaknya masih menginventarisir regulasi-regulasi apa saja yang dianggap perlu untuk dipangkas. “Kita masih inventarisir dan coba mengkaji,” tandasnya.

Dia menambahkan, pemangkasan ini harus disambut baik. Namun, pemangkasan ini harus benar-benar menyentuh regulasi yang selama ini dinilai mempersulit dunia usaha, serta memperlama bagi IPP (Independent Power Producer) untuk memperoleh PPA (Power Purchase Agreement).

Dijelaskan pula pasokan regulasi kenegalistrikan yang masuk saat ini membuat investasi di sektor kelistrikan berjalan relatif lamban dan membuat sejumlah target sulit tercapai. “Sementara, energi listrik menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui Menteri ESDM Ignasius Jonan beberapa waktu lalu mengatakan akan menyederhanakan 11 peraturan dan keputusan menteri di bidang ketenagalistrikan. Ia mengatakan untuk peraturan yang tidak diperlukan akan langsung dihapus.

Selain itu beberapa peraturan lainnya akan digabung menjadi satu. Sayangnya regulasi mana saja yang akan disederhanakan belum disampaikan Namun Ia memastikan akan segera diumumkan Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Andy Noorsaman Sommeng.

Artikel Terkait

Bahlil Pastikan Pasokan BBM Aman, Pertamina Diminta Tambah Armada Perkuat Distribusi ke Daerah

Bahlil Pastikan Pasokan BBM Aman, Pertamina Diminta Tambah Armada Perkuat Distribusi ke Daerah

Jakarta, TAMBANG – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi (Menko Hiltrans) sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memastikan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman. Pemerintah kini memusatkan perhatian pada perbaikan jalur distribusi ke berbagai daerah, termasuk Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera. Hal itu disampaikan

By Rian Wahyuddin
PAMA Perkuat Edukasi Gizi Keluarga untuk Dukung Tumbuh Kembang Balita di Jatinegara

PAMA Perkuat Edukasi Gizi Keluarga untuk Dukung Tumbuh Kembang Balita di Jatinegara

Jakarta, TAMBANG – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) terus berkomitmen mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Ibu Balita bertema “Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Status Gizi Masyarakat melalui Pendekatan Keluarga” di Kelurahan Jatinegara, Jakarta. Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Peak

By Rian Wahyuddin