APBI: Kontribusi Batu Bara Sangat Besar dalam Pembangunan

APBI: Kontribusi Batu Bara Sangat Besar dalam Pembangunan
Suasana Buka Puasa Bersama APBI di Jakarta, Kamis (23/5)
Jakarta, TAMBANG – Sektor batu bara menjadi sektor paling penting dalam progam pembangunan pemerintahan saat ini. Hal itu dibeberkan Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia, saat acara buka puasa bersama (Bukber) di Jakarta, Rabu (23/5).   Hendra menegaskan, salah satu contoh pentingnya peran sektor batu bara yaitu, ketika Perusahaan Listrik Negara (PLN) menjerit lantaran harga batu bara melejit. Para pengusaha bersedia dipatok produknya dengan harga di bawah pasaran.   Lalu program mandatori biodiesel, sektor pertambangan batu bara jadi pasar yang sangat besar. Kemudian, soal asas cabotage. Meskipun kebijakan penggunaan kapal berbendera Indonesia diundur hingga dua tahun, tapi penggunaan asuransi nasional tetap dijalankan.   “Sektor batubara berkontribusi kepada PLN, Biofuel juga berkontribusi, sektor asuransi dari Kemendag (Kementerian Perdagangan). Sektor batu bara banyak menyumbang ke yang lain,” kata Hendra dalam sambutannya.   Selain berbicara kontribusi, Hendra juga menjelaskan isu-isu strategis yang sedang jadi fokus APBI. Diantaranya soal teknis transfer kuota batu bara untuk memenuhi kewajiban Domestic Market Obligation (DMO) 25 persen.   “DMO masih on going dengan pemerintah. Kita dengan kapasitas mendukung pelaksanaan DMO,” ujar Hendra.   Selain itu, fokus asosiasi juga kepada proses konversi atau perubahan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).   Dalam agenda buka puasa tersebut, turut hadir juga Menteri Koordinator Perekonomian dan Kemaritiman (Menko Maritim) Luhut Binsar Panjaitan, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, serta asosiasi pengusaha lainnya.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin