Antam Raih Runner-Up Best Practice in Minerals Processing di Myanmar

Antam Raih Runner-Up Best Practice in Minerals Processing di Myanmar
Jakarta, TAMBANG – PT. Aneka Tambang (Antam) Tbk berhasil meraih posisi runner-up kategori Best Practice in     Minerals Processing pada ajang penghargaan The 1st ASEAN Mineral Awards di Nay Pyi Taw, di Myanmar.   Direktur Operasi PT. Antam Tbk Hari Widjajanto mengatakan, penghargaan ini merupakan bukti komitmen Perusahaan terhadap visi Antam 2030 yaitu menjadi korporasi global terkemuka melalui diversifikasi dan integrasi usaha    berbasis sumber daya alam.   Antam meraih posisi runner-up untuk kategori Best Practice in Minerals Processing, atas penerapan good mining practices terbaik dalam pengolahan feronikel di Indonesia yang berdampak pada peningkatan kinerja perusahaan. Serta mendorong industri pertambangan untuk mencapai standar yang lebih tinggi, dalam penerapan prinsip good mining practices.   “Antam senantiasa berpegang pada prinsip good mining practices dalam melaksanakan setiap kegiatan operasi, melalui pemenuhan regulasi baik peraturan bidang pertambangan, lingkungan hidup dan kewajiban yang berkaitan dengan pendapatan negara,” kata Hari Widjajanto, dalam keterangan resminya.   Hari menambahkan dalam setiap operasinya, Antam senantiasa mendukung terciptanya keberlanjutan antara kegiatan pertambangan dengan lingkungannya dalam aspek legalitas sesuai ketentuan undang-undang.   Untuk diketahui, The 1st ASEAN Mineral Awards memberikan penghargaan kepada delapan perusahaan             pertambangan yang bergerak di bidang penambangan, pengolahan, dan distribusi produk mineral di kawasan ASEAN atas pencapaian mereka dalam mendukung sektor mineral yang ramah lingkungan maupun sosial.    

Artikel Terkait

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda