Antam Beli 40 Persen Saham Borneo Alumina

Antam Beli 40 Persen Saham Borneo Alumina
Jakarta, TAMBANG – PT Aneka Tambang (Antam) melakukan aksi korporasi berupa transaksi afiliasi dengan membeli 40 persen saham PT Borneo Alumina Indonesia, yang merupakan entitas anak PT Borneo Edo Internasional.   “Borneo Edo adalah anak usaha Antam dengan kepemilikan 99,5 persen. Dengan demikian, transaksi ini adalah transaksi afiliasi,” ujar Corporate Secretary Antam, Aprilandi H Setia kepada tambang.co.id, Selasa (5/6).   Pada 28 Mei 2018, Antam meneken akta jual beli 220 saham Borneo Alumina, dengan harga Rp 100.000 per saham, atau total transaksi sebesar Rp 22 juta. Obyek transaksi tersebut setara dengan 40 persen kepemilikan PT Borneo Edo International di PT Borneo Alumina Indonesia.   Aprilandi menyebut tujuan dari transaksi ini untuk mendukung, aktivitas strategis pengembangangan bisnis Antam yang berorientasi pada pengembangan industri hilirisasi.   “Hilirisasi komoditas mineral tambang khususnya bauksit untuk menjadi alumina,” beber Aprilandi.   Berdasarkan unggahan di situs Bursa Efek Indonesia, Antam menyebut bahwa Borneo Alumina bergerak di bidang perindustrian, jasa, dan perdagangan. Tapi hingga saat ini, Borneo Alumina belum beroperasi secara komersial.   Sementata itu, PT BEI merupakan perusahaan yang memiliki wilayah eksplorasi pertambangan yang terdapat dalam beberapa Izin Usaha Pertambangan (IUP) di wilayah Landak, Kalimantan Barat. Perusahaan ini memiliki aktivitas pada ruang lingkup dalam bidang pembangunan, perdagangan perindustrian, pertanian, dan pertambangan.

Artikel Terkait

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda