ANTAM Bagikan Deviden Sebesar  Rp 930,87 miliar dari Laba Tahun 2021

ANTAM Bagikan Deviden Sebesar  Rp 930,87 miliar dari Laba Tahun 2021

Jakarta, TAMBANG – PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) membagikan deviden kepada para pemegang saham pada jumat (24/6) sebesar Rp930,87 miliar atau 50% dari laba tahun buku 2021. Pembagian dividen tersebut telah mendapatkan persetujuan para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2021 yang sebelumnya berlangsung pada tanggal 24 Mei 2022.

Direktur Utama ANTAM, Nico Kanter mengatakan pembagian deviden sesuai dengan kinerja operasi dan keuangan perseroan yang solid selama tahun 2021.

“Pembagian dividen kepada para pemegang saham sejalan dengan kinerja operasi dan kinerja keuangan Perseroan yang solid selama tahun 2021. Dividen tersebut dibagikan dengan mempertimbangkan proyeksi pertumbuhan bisnis Perseroan dan arus kas operasi yang sehat,” kata Nicko dalam keterangannya, dikutip Senin (27/6).

Seiring dengan inovasi dan implementasi rencana strategis Perseroan, ANTAM, kata dia berkomitmen untuk memberikan imbal hasil yang positif bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya.

Menurut Nicko, dividen ini dapat diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk Perseroan, dengan dividen per saham sebesar Rp38,73666 atau ekuivalen dengan Rp193,6833 per CHESS Depository Interest (CDI) bagi pemegang CDI Perseroan di Australian Securities Exchange (ASX).

“Saham Perseroan di ASX diperdagangkan dalam bentuk CDI atau sertifikat penitipan efek ASX. Satu unit CDI ekuivalen dengan lima saham Seri B Perseroan,” ujarnya.

Sesuai dengan prospektus saham Perseroan, ANTAM memiliki kebijakan untuk membagikan dividen tunai kepada seluruh pemegang saham setidaknya satu kali setahun. Dengan tetap memperhatikan posisi Keuangan atau tingkat kesehatan Perseroan dan tanpa mengurangi hak dari Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan, kebijakan dividen adalah minimal 30% dari laba bersih setelah pajak kecuali ditentukan lain oleh Rapat Umum Pemegang Saham.

Sebagai informasi, ANTAM menjadi bagian dari beberapa Indeks di Bursa Efek Indonesia (IDX) seperti Indeks IDX High Dividend20, yang merupakan Indeks yang mengukur kinerja harga dari 20 saham yang membagikan dividen tunai selama 3 (tiga) tahun terakhir dan memiliki dividend yield  yang tinggi.

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin