Anggota DPR Sebut Penghentian Ekspor Nikel Keputusan Terburu-buru

Anggota DPR Sebut Penghentian Ekspor Nikel Keputusan Terburu-buru

Jakarta, TAMBANG – Anggota Komisi VII DPR RI, Rusda Mahmud mengungkapkan keputusan BKPM menghentikan ekspor nikel merupakan keputusan yang diambil secara terburu-buru. Padahal aturan mengenai penghentian ekpor nikel sudah ada di Permen ESDM nomor 11 tahun 2019.

Menurut Rusda keputusan BKPM sangat merugikan pengusaha. Ia meminta agar BKPM untuk mempertimbangkan kembali keputusannya.

“Saya mohon pada kementerian untuk mempertimbangkan sedapat mungkin dan harus berpihak pada pengusaha jangan berpihak pada pengusaha luar negeri,” ungkap Rusda pada acara diskusi publik kontroversi penghentian ekspor bijih nikel dan pembangunan smelter, di Kahmi Center, Rabu (6/11).

Rusda juga meminta agar pemerintah dapat memberikan kepastian hukum bagi pengusaha. Pemerintah juga diminta untuk konsisten pada regulasi.

Hal yang perlu dilakukan menurut Rusda dengan memperketat aturan. Selama ini menurutnya aturan begitu longgar sehingga terjadi pelanggaran.

“Penegakan hukum tetap dapat dilaksanakan apabila regulasi dan aturan kita perketat, maka saya yakin bahwa seluruh penambang tidak ingin melanggar,” lanjut Rusda.

Sebelumnya BKPM memutuskan mempercepat penghentian ekspor nikel mulai Selasa (29/10). Padahal secara ketentuan, penghentian ekspor bijih nikel baru berlaku 1 Januari 2020.

Artikel Terkait

PGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026

PGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026

Jakarta,TAMBANG,- PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina terus memperkuat portofolio pasokan gas bumi untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pelanggan secara berkelanjutan. Langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan tujuh dokumen kesepakatan komersial dalam Forum Ekonomi, Keuangan, dan Komersial Hulu Migas (FOREK Hulu Migas) 2026 di Jakarta, Rabu

By Egenius Soda
Meningkat 46 %, ANTAM Catatkan Laba Bersih Rp9,66 Triliun hingga September 2026

Meningkat 46 %, ANTAM Catatkan Laba Bersih Rp9,66 Triliun hingga September 2026

Jakarta, TAMBANG – PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang Januari–September 2026. Emiten pertambangan berkode saham ANTM ini membukukan laba bersih sebesar Rp9,66 triliun, meningkat 46% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,61 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh optimalisasi kinerja operasional, penguatan strategi pemasaran,

By Rian Wahyuddin