Analis: Pemerintah Harus  Buka Kran Ekspor LNG

Analis: Pemerintah Harus  Buka Kran Ekspor LNG
Analis senior untuk Gas dan Listrik Wood Mackanzie Edi Saputra, saat memaparkan analisa kelebihan pasokan LNG Indonesia, Jumat (16/3)
Jakarta, TAMBANG – Analis senior untuk Gas dan Listrik Wood Mackanzie Edi Saputra, meminta pemerintah untuk membuka kran ekspor gas alam cair (Liquified Natural Gas/LNG). Ini karena, tahun 2018, pasokan LNG Indonesia kelebihan 3.2 juta Metrik Ton (MT).   Saat ini,  menurut Edi,  pasokan LNG sudah mencapai 18.5 juta MT yang berasal dari Kilang Bontang sebesar 9 juta MT, dari  Kilang Tanggung sebesar 7 juta MT dan 2.5 juta MT dari Kilang Donggi Senoro.  Setelah alokasi untuk komitmen ekspor sebesar 12.5 juta MT untuk pembeli di pasa Asia Timur seperti Jepang, Taiwan dan China sebesar 6 juta MT.  Kemudian untuk kebutuhan pasar domestik dengan sebesar 2.8 juta MT. Maka pasokan LNG masih tersisa  3.2 juta MT.   “Kelebihan 3-4 juta MT ini terlalu besar untuk pasar spot LNG.  Tahun 2019 kemungkinan surplus (kelebihan pasokan)  lagi.  Salah satu langkah yang bisa diambil pemerintah harus fleksibel untuk membuka kran ekspor LNG,” kata Edi Saputra, di sela-sela pertemuan Executive Comitte Gas Indonesia Summit & Ekhibition 2018, di Jakarta, Jumat (16/3).   Penurunan kebutuhan domestik juga menjadi penyebab kelebihan pasokan LNG. Tercatat dalam data Wood Mackenzie, tahun 2017 kebutuhan domestik hanya 2.4 juta MT, turun 15 persen dari tahun 2016 sebesar 2.8 juta MT. Sementara diperkirakan tahun 2018 ini baru kembali rebound ke posisi yang sama di tahun 2016 sebesar 2.8 Juta MT. Hal ini didorong mulai jalannya beberapa pembangkit listrik, terutama unit tambahan Pertamina.   Sementara untuk ekspor, pemerintah saat ini sudah memutuskan untuk membatasi ekspor. Tercatat tahun lalu beebrapa kontraktor yang sudah berhenti juga ditolak perpanjangannya oleh pemerintah. Diantaranya kontrak ekspor dengan Kogas (Korea) dan CPC (Taiwan).   Sebab, masih banyak pangsa ekspor menjanjikan untuk pasokan LNG dari Indonesai. Diantaranya adalah potensi ekspor 75 persen ke  negara-negara di Asia Pasifik.  Dari 290 juta MT  kebutuhan pasar internasional pada tahun 2017, sebanyak tiga perempat kebutuhan dari pasar Asia Pasifik.   “Dalam kondisi seperti ini, pengurangan produksi bukan opsi yang direkomendasikan. Pemerintah tidak perlu khawatir  ekspor LNG, karena kita perkirakan akan kelebihan pasokan,” jelas Edi.   Begitu juga dengan rencana impor LNG yang sedang dipersiapkan pemerintah melalui Pertamina pada 2019 nanti. Menjadi opsi yang tidak direkomendasikan Edi pada saat ini. Peluang kemungkinan impor menurutnya, baru bisa terjadi pada tahun 2025.   “Untuk maintenance balance bagi pasar, Indonesia harus berani mengambil langkah membuka kran ekspor,” tukas Edi.   Kelebihan pasokan LNG ini juga diperkuat oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Satuan Kerja Khusus  Minyak dan Gas (SKK Migas) Arief Setiawan Handoko. Menurutnya, neraca LNG akan surplus karena bebera kontrak ekspor telah dihentikan.   “Ini untuk membantu program pemerintah memenuhi kebutuhan domestik LNG, makanya sebagian kontrak ekspor tidak diperpanjang,” kata Arief .  

Artikel Terkait

Soal Afiliasi-Anak Usaha Jasa Tambang Wajib Kantongi Izin Menteri, ASPINDO Soroti Isu Transfer Pricing

Soal Afiliasi-Anak Usaha Jasa Tambang Wajib Kantongi Izin Menteri, ASPINDO Soroti Isu Transfer Pricing

Jakarta, TAMBANG — Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia (ASPINDO) menilai penggunaan anak perusahaan atau perusahaan afiliasi sebagai kontraktor jasa pertambangan tidak serta-merta dapat dikaitkan dengan praktik transfer pricing. Hal tersebut disampaikan menyusul terbitnya aturan baru Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengenai penggunaan anak perusahaan dan/atau afiliasi dalam jasa

By Rian Wahyuddin
Bangun Gudang di Osowilangun Surabaya, CKB Perkuat Konektivitas Industri hingga Indonesia Timur

Bangun Gudang di Osowilangun Surabaya, CKB Perkuat Konektivitas Industri hingga Indonesia Timur

Jakarta, TAMBANG — PT Cipta Krida Bahari (CKB Logistics) menghadirkan fasilitas pergudangan terintegrasi di Osowilangun, Surabaya. Aksi ini sebagai penghubung bagi industri logistik di Jawa Timur, dan konektivitas penting bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur. “Fasilitas Osowilangun bukan sekadar ruang gudang. Fasilitas ini merupakan simpul yang menghubungkan kebutuhan industri Jawa Timur

By Rian Wahyuddin
Kembangkan Inovasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, PTBA Raih Apresiasi Waste4Change

Kembangkan Inovasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, PTBA Raih Apresiasi Waste4Change

Jakarta, TAMBANG — PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, meraih apresiasi dari Waste4Change melalui kategori Strategic Partnership & Innovation Award atas inisiatif dalam proyek Jasa Konsultan Studi Pendahuluan dan Penyusunan Detail Engineering Design (DED) Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R). Apresiasi tersebut diberikan dalam

By Rian Wahyuddin