Alumni Angkatan 1976 UPN Veteran Yogyakarta dan Majalah TAMBANG Gelar Seminar Nasional Menuju Indonesia Emas 2045

Alumni Angkatan 1976 UPN Veteran Yogyakarta dan Majalah TAMBANG Gelar Seminar Nasional Menuju Indonesia Emas 2045

Jakarta, TAMBANG — Alumni Angkatan 1976 Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPNVY) bersama Majalah TAMBANG bakal menggelar Seminar Nasional bertema “Mempersiapkan SDM Unggul, Inovatif dan Produktif untuk Mewujudkan Indonesia Emas Tahun 2045” di Kampus 1 UPNVY, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (22/8/2026).

Seminar ini menjadi forum untuk mempertemukan kalangan perguruan tinggi, pemerintah, dan industri dalam membahas kesiapan sumber daya manusia (SDM) menghadapi kebutuhan industri serta tantangan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

Melalui forum tersebut, Alumni Angkatan 1976 UPNVY dan Majalah TAMBANG mendorong penguatan sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan industri, khususnya dalam meningkatkan kualitas SDM, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), serta memperluas kesempatan mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi untuk memperoleh pengalaman langsung di dunia industri.

Ketua Alumni Angkatan 1976 UPN Veteran Yogyakarta (UPNVY), Ir. Bambang Hirawan, M.M., menilai para alumni memiliki tanggung jawab untuk terus memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa. Setelah menempuh perjalanan panjang sejak masa perkuliahan, para alumni kini memiliki pengalaman dan pengetahuan yang dapat dibagikan kepada generasi muda, khususnya dalam menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045.

Menurut Bambang, semangat kebersamaan yang telah terbangun sejak 1976 menjadi modal penting bagi alumni untuk terus berkontribusi. Karena itu, kegiatan seminar nasional yang digelar bersama Majalah TAMBANG tidak sekadar menjadi ruang diskusi, tetapi juga momentum untuk mempertemukan gagasan, pengalaman, dan perspektif lintas generasi.

“Kami ingin alumni tidak hanya menjadi saksi perjalanan bangsa, tetapi juga ikut mengambil peran dan memberikan pemikiran yang bermanfaat bagi pembangunan Indonesia,” ujarnya.

Ia berharap forum tersebut dapat melahirkan gagasan yang relevan dan mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi, alumni, dunia usaha, pemerintah, serta generasi muda. Bambang menekankan, pembangunan Indonesia ke depan membutuhkan sinergi dan komitmen bersama.

“Indonesia Emas 2045 bukan hanya sebuah target, tetapi cita-cita yang harus diwujudkan melalui kerja bersama, pendidikan yang kuat, dan kontribusi nyata dari setiap generasi,” katanya.

Sementara Wakil Ketua Alumni Angkatan 1976 UPNVY, Ir. Nur Hardono, mengatakan kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri menjadi salah satu kunci untuk mempersiapkan lulusan yang mampu menjawab kebutuhan dunia kerja.

“Perguruan tinggi tidak cukup hanya membekali mahasiswa dengan pengetahuan akademik. Kita perlu memastikan mereka memiliki kompetensi, pengalaman, inovasi, dan produktivitas yang sesuai dengan kebutuhan industri dan pembangunan nasional,” ujar Doni.

Ia menambahkan, forum tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai ruang diskusi, tetapi dapat mendorong terbentuknya kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, perguruan tinggi, industri, dan pemerintah.

Sementara itu, Pimpinan Majalah TAMBANG, Atep A Rofiq, menilai keterhubungan antara dunia pendidikan dan industri semakin penting di tengah transformasi sektor energi dan sumber daya mineral.

“Industri membutuhkan SDM yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi, memahami aspek keberlanjutan, dan memiliki kemampuan untuk menciptakan inovasi. Karena itu, kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri harus terus diperkuat,” kata Atep.

Bahas Peluang dan Tantangan Industri Minerba

Seminar nasional tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur pemerintah, perguruan tinggi, dan industri. Rektor UPN “Veteran” Yogyakarta, Prof. Dr. Mohammad Irhas Effendi, M.Si., membuka kegiatan melalui opening speech.

Sementara itu, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Dr. Ing. Tri Winarno, S.T., M.T., hadir sebagai keynote speaker dengan materi “Profil Industri Mineral dan Batubara, Peluang dan Tantangan bagi Lulusan Perguruan Tinggi.”

Materi tersebut diharapkan memberikan gambaran mengenai perkembangan industri mineral dan batubara sekaligus peluang karier yang dapat dimanfaatkan lulusan perguruan tinggi.

Seminar juga menghadirkan Tria Suprajeni dari PT Pesona Katulistiwa Nusantara yang membahas “Program Magang dan Kemitraan antara Perguruan Tinggi dan Industri Pertambangan serta Manfaatnya bagi Mahasiswa.”

Dari sisi lingkungan, Prof. Supandi dari PT Borneo Indobara menyampaikan materi mengenai “Mengelola Dampak Lingkungan dalam Industri Tambang Batubara Menuju Penerapan Good Mining Practices.”

Sementara itu, STJ. Budi Santosa dari MIND ID membahas “Peluang Karier dalam Industri Energi dan Sumber Daya Mineral, termasuk Posisi yang Tersedia dan Kualifikasi yang Dibutuhkan.”

Diskusi dipandu oleh Dra. Kris Pudyastuti, M.Sc., M.M., yang memiliki pengalaman di industri energi dan panas bumi. Ia merupakan purnatugas PT Pertamina International Eksplorasi dan Produksi sebagai Manager Oil Lifting Commercial, pernah menjadi Board of Directors Indonesia Geothermal Association (INAGA), serta saat ini aktif sebagai anggota Komite Teknik Panas Bumi 27-05 SNI dan dosen Program S2 Geothermal Universitas Trisakti.

Seminar ini diharapkan menjadi ruang bertukar gagasan sekaligus memperkuat jejaring antara perguruan tinggi dan dunia industri. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memastikan lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri dan mampu berkontribusi dalam mewujudkan target Indonesia Emas 2045.

Artikel Terkait

KPP MINING Raih Penghargaan Internasional Berkat Transformasi Digital Berbasis Change Management

KPP MINING Raih Penghargaan Internasional Berkat Transformasi Digital Berbasis Change Management

London, TAMBANG – PT Kalimantan Prima Persada (KPP MINING) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Perusahaan jasa pertambangan ini meraih penghargaan Bronze dalam ajang AMEC Global Communication Effectiveness Awards 2026 melalui penerapan komunikasi strategis dalam mendukung transformasi digital perusahaan. Penghargaan tersebut diberikan pada kategori Best Use of Measurement for Internal Communications

By Rian Wahyuddin
Jurnalis Majalah TAMBANG Raih Penghargaan Minerba Educreative Competition 2026 Kategori Lomba Jurnalistik

Jurnalis Majalah TAMBANG Raih Penghargaan Minerba Educreative Competition 2026 Kategori Lomba Jurnalistik

Jakarta, TAMBANG – Jurnalis Majalah TAMBANG, Rian Wahyudin, meraih penghargaan dalam ajang Apresiasi Minerba 2026 pada kategori Lomba Karya Jurnalistik untuk Wartawan. Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara sebagai bentuk apresiasi terhadap karya jurnalistik yang mengangkat subsektor mineral dan batu

By Fahmi Adam
Tegaskan Komitmen Kepatuhan, PTBA Raih Penghargaan PNBP dari Kementerian ESDM dalam Minerba Convex 2026

Tegaskan Komitmen Kepatuhan, PTBA Raih Penghargaan PNBP dari Kementerian ESDM dalam Minerba Convex 2026

Jakarta, TAMBANG — PT Bukit Asam (Persero) Tbk atau PTBA kembali menunjukkan capaian positif atas komitmennya terhadap kepatuhan pelaksanaan peraturan negara. Capaian ini diraih melalui penghargaan pada kategori Kepatuhan Pembayaran PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) Pemanfaatan Sumber Daya Alam yang diselenggarakan oleh Kementerian ESDM dalam acara Mineral & Batubara Convention - Expo

By Rian Wahyuddin
Minerba Convex 2026 Ditutup, Ditjen Minerba Apresiasi Kinerja Badan Usaha dan Umumkan Pemenang Educreative Competition

Minerba Convex 2026 Ditutup, Ditjen Minerba Apresiasi Kinerja Badan Usaha dan Umumkan Pemenang Educreative Competition

Jakarta, TAMBANG – Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan 42 Apresiasi Minerba 2026 kepada badan usaha pertambangan serta insan ESDM yang berkontribusi dalam pengelolaan pertambangan dan penanganan bencana. Penghargaan tersebut disampaikan pada penutupan Minerba Convex 2026 di JIExpo, Jakarta, Selasa (3/11)

By Rian Wahyuddin