Adaro Bagikan USD101,12 Juta Dividen Interim Tahun 2017

Adaro Bagikan USD101,12 Juta Dividen Interim Tahun 2017
Jakarta, TAMBANG – PT. Adaro Energy Tbk, akan membagikan Dividen Interim tahun buku 2017 sebesar USD101,12 juta dividen untuk 31,9 miliar lembar saham.   Menurut direksi PT. Adaro Energy Tbk, nilai per lembar saham sebesar USD0,00313 ini, berasal dari laba bersih periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2017. Besaran dividen per saham ini mencapai 26,89 persen  dari laba per saham dasar ADRO pada akhir September 2017 sebesar USD 0,01164 per saham.   “Keputusan ini telah diambil saat rapat Direksi dan Dewan Komisaris PT. Adaro Energy Tbk pada 19 Desember 2017 lalu,” kata Direksi Adaro Energy dalam siaran resminya, Kamis (21/12).   Pembagian Dividen Interim tersebut dilakukan dengan jadwal  untuk Cum Dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 28 Desember, Ex Dividen di pasar regular dan negosiasi pada 29 Desember. Kemudian Cum Dividen pasar tunai pada 3 Januari dan Ex Dividen pasar tunai pada 4 Desember.  Kemudian pada 12 Desember untuk pembagian Dividen Interim pada 12 Januari 2017.

Artikel Terkait

PT TIMAH Buka Suara soal Demo di Belitung Timur, Minta Kondusivitas Tetap Terjaga

PT TIMAH Buka Suara soal Demo di Belitung Timur, Minta Kondusivitas Tetap Terjaga

Jakarta, TAMBANG – PT TIMAH Tbk buka suara terkait aksi demonstrasi warga di depan kantor perusahaan di Kabupaten Belitung Timur yang berujung bentrokan. Perseroan menyatakan menghormati aspirasi masyarakat dan berharap situasi tetap kondusif. Corporate Secretary PT TIMAH (Persero) Tbk, Ruddy Nursalam, menyampaikan bahwa perusahaan memahami aktivitas pertambangan timah memiliki keterkaitan yang

By Rian Wahyuddin
Demo Penambang Timah di Belitung Berujung Bentrok, Bambang Patijaya Dorong Perpres Segera Terbit

Demo Penambang Timah di Belitung Berujung Bentrok, Bambang Patijaya Dorong Perpres Segera Terbit

Jakarta, TAMBANG - Aksi demonstrasi masyarakat penambang di Kantor PT TIMAH di Kabupaten Belitung Timur menjadi sorotan. Di tengah meningkatnya tuntutan agar pembelian bijih timah masyarakat kembali dibuka, Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya meminta seluruh pihak menahan diri dan menjaga kondusivitas, sembari memastikan pemerintah tengah mempercepat penerbitan Peraturan Presiden

By Rian Wahyuddin