ABM Investama Raih Penghargaan ESG Disclosure Award 2022

ABM Investama Raih Penghargaan ESG Disclosure Award 2022

Jakarta,TAMBANG,- Satu lagi capaian positif didapat PT ABM Investama Tbk. (IDX: ABMM). Berkat komitmennya dalam menjalankan praktik bisnis berkelanjutan, PT ABM Investama dihadiahi Penghargaan Rating Leadership AAA di ajang Penghargaan Environmental, Social & Governance (ESG) Disclosure Awards 2022. Penyerahan penghargaan ini dilakukan secara daring di Jakarta, Rabu (26/10).

Untuk diketahui, Penghargaan Environmental, Social & Governance (ESG) Disclosure Awards 2022 merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan oleh BeritaSatu Media Holding Group bersama dengan Bumi Global Karbon Foundation untuk menilai korporasi yang mengungkapkan aspek ESG melalui Laporan Keberlanjutannya (Sustainability Report).

Direktur Utama ABM Andi Djajanegara menyampaikan, ABM sebagai perusahaan energi terintegrasi, senantiasa berkomitmen untuk menjalankan bisnis berbasis ESG, “Transparansi pengelolaan ESG kami wujudkan melalui publikasi Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) sejak tahun 2017. Langkah ini kami tempuh agar Grup ABM memiliki ketahanan (agility) sekaligus adaptif atas setiap tantangan dan hambatan terkait lingkungan, sosial dan tata kelola di masa depan,”

Momentum ini sejalan dengan semangat hari jadi ABM ke-13 bertemakan “Bold Move in Harmony”, demi mendukung harmonisasi keberlanjutan bisnis dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) untuk seluruh para pemangku kepentingan.

“Salah satu misi kami adalah menjadi warga korporat yang baik dan berkontribusi ke masyarakat. Kami berharap melalui implementasi ESG yang konsisten ini, peningkatkan kesadaran akan dampak bisnis terhadap lingkungan hidup, serta tujuan penciptaan lapangan kerja yang layak dan berkualitas dapat terwujud,” tutup Andi.

Sebagai informasi, ajang Environmental, Social & Governance (ESG) Disclosure Awards 2022 merupakan penghargaan berskala nasional yang diikuti oleh BUMN dan korporasi multi sektor di seluruh Indonesia. Seluruh perusahaan peserta dinilai dengan metodologi yang menggunakan 33 faktor ESG berdasarkan faktor ESG pasar modal terkemuka, studi peraturan, perjanjian internasional, serta standar dan pedoman pelaporan yang juga telah melalui proses assurance oleh Lembaga auditor TUV Rheinland. Adapun tujuan atas penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi kepada korporasi yang telah berhasil mencapai penilaian tertinggi atas pengungkapan aspek ESG di kegiatan bisnisnya.

Artikel Terkait

JAC Motors Perkuat Mobilitas Tambang dengan Kendaraan Komersial Listrik di Mining Indonesia 2026

JAC Motors Perkuat Mobilitas Tambang dengan Kendaraan Komersial Listrik di Mining Indonesia 2026

Jakarta, TAMBANG – Kebutuhan kendaraan operasional yang tangguh sekaligus efisien menjadi salah satu perhatian industri pertambangan di tengah dorongan menuju operasional yang lebih rendah emisi. Menjawab kebutuhan tersebut, JAC Motors menghadirkan solusi kendaraan komersial listrik dalam ajang Mining Indonesia 2026 yang berlangsung pada 9–12 September 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

By Rian Wahyuddin
Hadir di Mining Indonesia 2026, EMLI Perkenalkan Solusi Pelumasan Sintetis Canggih

Hadir di Mining Indonesia 2026, EMLI Perkenalkan Solusi Pelumasan Sintetis Canggih

Jakarta,TAMBANG,- Industri pertambangan Indonesia memasuki fase operasional yang semakin menuntut efisiensi dalam segala aspek. Mulai dari tekanan produksi, kenaikan biaya operasional, kebutuhan untuk menjaga keandalan alat berat, serta implementasi B50 mendorong pelaku tambang harus memperkuat disiplin perawatan dan mengurangi risiko downtime. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sektor pertambangan

By Egenius Soda
Pakar Nilai RUU Daerah Kepulauan Harus Beri Kepastian Investasi Pertambangan

Pakar Nilai RUU Daerah Kepulauan Harus Beri Kepastian Investasi Pertambangan

Jakarta, TAMBANG - Direktur Eksekutif Indonesia Mining & Energy Watch, Ferdy Hasiman menyoroti pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan yang dinilai perlu memberikan kepastian hukum bagi investasi jangka panjang, termasuk sektor pertambangan. Kepastian regulasi dianggap penting agar pengembangan sumber daya alam di wilayah kepulauan dapat berjalan seiring dengan kepentingan pembangunan

By Rian Wahyuddin